Samarinda

Diculik atau Terseret Banjir? 4 Hari Bocah Hilang Misterius

Kaltim Today
25 November 2019 19:32
Diculik atau Terseret Banjir? 4 Hari Bocah Hilang Misterius
Ahmad Yusuf bocah berusia 4 tahun yang dinyatakan menghilang sejak 4 hari lalu dan belum diketahui rimbanya sampai saat ini.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Sejak empat hari lalu, tepatnya Jumat (22/11/2019) sore, seorang bocah berusia 4 tahun bernama Yusuf yang terakhir dititipkan di sebuah Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jalan AW Sjahranie, masih belum diketahui keberadaannya. Hingga kini polisi masih terus melakukan pencarian terhadap bocah malang tersebut.

Bocah malang yang hilang entah kemana itu, terakhir diketahui sudah tidak ada di PAUD tempatnya biasa dititipkan, saat orang tuanya hendak menjemput pada Jumat sore.

Di hari yang sama hujan deras mengguyur Samarinda. Muncul dugaan awal, jika bocah malang ini tercebur ke parit dan terbawa banjir. Dugaan lain adalah diculik.

Namun, Polsek Samarinda Ulu belum bisa memastikan penyebab pasti kehilangan Yusuf. Pasalnya belum ada keterangan saksi apapun yang melihat bocah ini diculik atau hanyut terbawa banjir.

“Kecuali ada yang melihatnya secara langsung. Atau nanti setelah ditemukan baru bisa kami ketahui penyebabnya apakah ada unsur pidana atau tidak," beber Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan saat dikonfirmasi sore tadi.

Diungkapkan Ridwan, saat ini jajarannya masih melakukan koordinasi dengan sejumlah Polres di beberapa kabupaten kota terdekat untuk memantau keberadaan bocah ini. Apabila terpantau berada di wilayah hukum kepolisian lainnya.

“Kami belum temukan. Sekarang masih memeriksa sejumlah saksi terus menerus," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Sejauh ini, tim penyidik telah mengambil keterangan dari lima orang saksi. Dua di antaranya adalah pengasuh dan kepala sekolah PAUD, serta kedua orang tua dari bocah tersebut, yang telah membuat laporan resminya kepada polisi pada Sabtu (23/11/2019) pagi.

Untuk sementara, penyidik kepolisian masih menilai ada kelalaian dari pihak yayasan karena berkaitan dengan tanggung jawab memantau pergerakan anak tersebut selama berada di waktu penitipan.

“Tapi untuk sementara ya. Karena ini masih terus dilakukan pengembangan," terangnya.

Ridwan meminta agar masyarakat, keluarga ataupun pihak yayasan yang mengetahui informasi sekecil apapun segera melaporkan ke polisi. Sebagai informasi, seperti biasanya setiap sore hari saat menunggu jemputan orang tua, anak-anak di PAUD ini bermain di kelas.

Saat itu Yusuf bermain bersama 6 bocah lainnya di dalam ruangan ditemani pengajar PAUD. Namun saat pintu ruang terbuka Yusuf diduga keluar seorang diri atau dibawa orang lain. Seketika bocah ini menghilang.

Warga sekitar dan tim relawan bersama kepolisian sudah mencari sekitar PAUD. Bahkan pencarian menyusuri parit yang melintasi depan sekolah.

[JRO | RWT]



Berita Lainnya