Samarinda

Dimulai Hari Ini, Vaksinasi Beberapa Pejabat Sempat Ditunda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemberian perdana vaksinasi Covid-19 secara serentak di lingkungan Pemprov Kaltim resmi dilakukan pada Kamis (14/1/2021) pagi. Terdapat 11 nama yang jadi penerima suntik vaksin hari ini.

Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Muhammad Sa’bani, Panglima Kodam VI/Mulawarman Kaltim, Heri Wiranto, Hakim Pengadilan Tinggi Kaltim, F Riyadi Sunindyo, Direktur RSUD AW Sjahranie, David Hariadi Masjhoer, Ketua IDI Wilayah Kaltim, Nataniel Tandirogang, dan Kepala UPTD Rumah Sakit Mata Kaltim, Shanty Sintessa.

Baca juga:  Daftar Lokasi dan Harga Rapid Test Antigen di Samarinda

Kemudian ada Plt Kepala BPPOM, Siti Chalimatus Sakdiyah, Prihatin, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kaltim, Bambang Bachtiar, Wakajati Kaltim, Kapolda Kaltim Herry Rudolf Nahak, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun.

Dari 11 nama tersebut, ada 1 orang yang berhalangan hadir karena sedang dinas ke luar kota. Dia adalah Prihatin. Berdasarkan pantauan Kaltimtoday.co pada pukul 09.00 Wita tadi, calon penerima vaksin harus melewati beragam tahapan. Dimulai dengan meja 1 untuk pendaftaran verifikasi, meja 2 penafisan (screening), meja 3 penyuntikan vaksinasi, dan meja 4 pemberian kartu vaksin.

Ada 3 orang yang tadi bisa langsung disuntik vaksin. Mereka adalah Muhammad Samsun, Herry Rudolf Nahak, dan dr Nataniel Tandirogang. Sedangkan 7 lainnya harus ditunda disebabkan tekanan darah di atas normal saat diperiksa di meja 2. Namun tak lama kemudian, ada 3 orang yang tekanan darahnya kembali stabil dan bisa disuntik vaksin. Terdiri atas Muhammad Sa’bani, Bambang Bachtiar, dan Heri Wiranto.

Total ada 6 orang yang berhasil disuntik vaksin. Setelah itu, mereka harus pergi ke ruang pandurata untuk diobservasi oleh tim medis selama 30 menit. Hal itu dilakukan demi menunggu reaksi tertentu saat vaksin disuntikkan.

Vaksinasi perdana di lingkungan Pemprov Kaltim ini dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Hadi menyampaikan bahwa vaksin ini berguna untuk mengurangi penularan Covid-19 serta menurunkan angka kematian. Hadi juga menyayangkan adanya ajakan untuk menolak vaksin.

“Vaksin ini bukan urusan pribadi. Tapi urusan komunal, untuk masyarakat dan urusan menyelamatkan dan melindungi banyak orang. MUI juga sudah menetapkan bahwa vaksin Sinovac dinyatakan suci dan halal,” tegas Hadi.

Baca juga:  5 Tips Atasi Permasalahan Saat Registrasi Akun LTMPT 2021

Di hadapan para penerima vaksin dan awak media, Hadi menyampaikan bahwa jangan sampai ada ketakutan untuk disuntik vaksin. Vaksin menjadi hal krusial untuk mengurangi Covid-19. Sebab ketika yang divaksin sudah dalam keadaan sehat. Namun yang tak divaksin, nanti tetap sakit dan justru akan menulari orang sekitar.

“Semoga program vaksinasi di Indonesia, khususnya Kaltim bisa diprioritaskan. Sebab kasus di Kaltim cukup banyak. Ini harus dilihat serius,” tandas Hadi.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close