Kutim

Dua Kecamatan di Kutim Gelar PTM, Guru yang Belum Vaksin Dilarang Mengajar Tatap Muka

Kaltim Today
20 September 2021 16:58
Dua Kecamatan di Kutim Gelar PTM, Guru yang Belum Vaksin Dilarang Mengajar Tatap Muka
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka di Kutim.

Kaltimtoday.co, Sangatta - Dinas Pendidikan Kutai Timur (Kutim) memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari ini, Senin (20/9/2021).

Hal itu setelah status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun ke level 3.

Namun di sisi lain, baru dua Kecamatan yang ada di Kutim yang bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yakni Kecamatan Muara Ancalong dan Kecamatan Long Mesangat.

Sementara kecamatan lain seperti Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan belum menggelar PTM karena berbagai alasan baik kondisi kesiapan infrastruktur, sarana prasarana hingga vaksinasi siswa dan pendidiknya.

Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Syahril mengatakan, PTM akan diberlakukan secara ketat.

Bagi siswa yang bergejala sakit tertentu dilarang mengikuti PTM.

"Bagi peserta didik yang sedang sakit dilarang mengikuti pembelajaran tatap muka," tegas Syahril saat ditemui, Senin (20/9/2021).

Selain itu, PTM hanya berlangsung selama tiga jam dan setiap kelas hanya diisi 50 persen dari kapasitasnya.

Untuk itu, Disdik Kutim kata Syahril meminta setiap sekolah untuk mengevaluasi PTM setiap minggunya. Sementara yang lainnya terus mempersiapkan.

"Setiap minggu agar dilakukan evaluasi pelaksanaan PTM dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan, jadi yang hari ini belum laksanakan bisa jadi besok dilaksanakan ketika sekolah sudah siap baik dengan memperhatikan sarana prasarana seperti bangkunya harus steril, guru yang mengajar tatap muka wajib sudah vaksin," paparnya.

Disdik Kutim juga sudah memikirkan langkah terburuk selama PTM terbatas

Jika ditemukan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka, PTM harus dihentikan.

"Maka sekolah wajib menghentikan PTM selama minimal tiga hari untuk melaksanakan sterilisasi," tutupnya.

[El | NON]



Berita Lainnya