Daerah

Harga Bahan Baku Naik, Produsen Tempe di Tenggarong Pilih Perkecil Ukuran

Supri Yadha — Kaltim Today 13 April 2026 17:54
Harga Bahan Baku Naik, Produsen Tempe di Tenggarong Pilih Perkecil Ukuran
Produksi Tempe.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Lonjakan harga bahan baku sejak awal tahun 2026 mulai menekan pelaku usaha kecil di Kutai Kartanegara (Kukar), memaksa produsen tempe mencari cara bertahan tanpa kehilangan pelanggan.

Kenaikan harga kedelai dan bahan pendukung produksi kini dirasakan langsung oleh pelaku usaha rumahan, salah satunya produsen tempe di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.

Ilham, seorang produsen tempe mengungkapkan, harga kedelai terus merangkak naik sejak awal 2026. Naiknya cukup drastis, mencapai puluhan ribu per karung.

“Naiknya bertahap, awal tahun itu masih Rp500 ribu, dan sekarang sudah Rp575 ribu per karung,” kata Ilham, Senin (13/4/2026).

Kondisi ini turut diperparah dengan meningkatnya harga plastik sebagai bahan pembungkus, yang semakin menambah biaya produksi.

Di tengah tekanan tersebut, Ilham memilih tidak menaikkan harga jual. Ia khawatir langkah itu justru akan menurunkan minat beli masyarakat yang daya belinya terbatas.

Sebagai alternatif, ukuran tempe yang diproduksi pun disiasati menjadi lebih kecil, meski berdampak pada penurunan keuntungan.

“Kalau harga dinaikkan, belum tentu pembeli mau. Jadi kami perkecil ukuran tempe, walaupun keuntungan jadi berkurang,” sambungnya.

Dalam aktivitas produksinya, Ilham tetap mengolah satu karung kedelai setiap hari atau setara dengan sekitar 50 kilogram tempe. Volume produksi dipertahankan agar usaha tetap berjalan, meskipun margin keuntungan semakin menipis.

Saat ini, harga tempe di tingkat agen masih berada di kisaran Rp5.000 untuk tiga buah, sebelum kemudian dijual kembali oleh pedagang dengan harga yang bervariasi di pasaran.

Menurut Ilham, keuntungan yang diperoleh kini tidak sebesar sebelumnya, namun cukup untuk menjaga keberlangsungan usaha.

“Untung masih ada, tapi tidak banyak. Yang penting produksi tetap jalan,” imbuhnya

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok, khususnya kedelai, agar pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

Stabilitas harga dinilai menjadi kunci agar usaha tempe skala rumahan tidak semakin terjepit oleh kenaikan biaya yang terus terjadi.

[RWT] 



Berita Lainnya