Berau

IDM Berau Kian Membaik, Satu Desa Kategori Tertinggal

Kaltimtoday.co, Berau – Bupati beserta kepala dinas dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melaksanakan kunjungan kerja ke Kampung Pilanjau, Kecamatan Sambaliung pada Senin (24/8/2020).

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Bupati Berau sekaligus meresmikan kantor kepala kampung, lapangan arena sport, launching website Pilanjau Smart dan penanaman daun kelor.

Baca juga:  Masuk Zona Kuning, Sekolah di Berau Mulai Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Kampung Pilanjau, Burhanuddin Mide mengungkapkan, pada saat menjabat sebagai kepala kampung pada 2016, kampung Pilanjau masuk dalam status desa tertinggal. Tetapi, tahun ini sudah masuk dalam status desa berkembang menuju desa maju dalam Indeks Desa Membangun (IDM).

Kepala Kampung Pilanjau, Burhanuddin Mide (kanan) berfoto bersama Ketua PKK Kampung Pilanjau, Femmy Pongoh (kiri) serta Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (tengah).

Namun, saat ini Kampung Pilanjau mengalami kesulitan air bersih. Hal ini disebabkan oleh akses Kampung Pilanjau yang jauh dari kota. Oleh sebab itu, diperlukan bendungan untuk mengaliri air bersih hingga ke masyarakat.

“Harapannya, kedatangan Bupati dan seluruh SKPD dapat memperjungkan pengadaan air bersih di kampung Pilanjau,” ungkap Burhanuddin Mide yang juga Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Berau ini.

Baca juga:  Danau Dua Rasa Labuan Cermin Masuk Nominasi Destinasi Unik Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2020

Sementara itu, Muharram mengungkapkan, pada 2016 Indeks Desa Membangun (IDM) Berau masih 80%, baik desa tertingal maupun sangat tertingal. Namun, Berau mengalami percepatan pembangunan desa setelah dibuatnya tiga kebijakan oleh bupati, yaitu anggaran setiap desa Rp 2-5 miliar per tahun, dibuatnya undang-undang terkait pengelolaan anggaran kampung dengan baik, dan program SIGAP Sejahtera pendamping desa dengan melibatkan sumber daya manusia yang baik.

Berkat usaha dan kerja sama semua pihak, Indeks Desa Membangun Berau saat ini untuk status desa tertinggal hanya satu, yaitu Desa Mapulu, Kecamatan Kelay. Adapun penyebabnya adalah Pemkab Berau tidak memfokuskan pada percepatan pembangunan, sebab secara geografis Desa Mapulu tidak memiliki wilayah, sehingga digabung dengan desa yang dekat secara geografis dan saat ini dalam proses penyelesaian administrasi. Selebihnya, desa yang ada di Berau berstatus mandiri dan berkembang.

[DER | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close