Nasional

Imbas Ketegangan di Timur Tengah, Pertemuan Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali

Kaltim Today
10 Juni 2026 22:00
Imbas Ketegangan di Timur Tengah, Pertemuan Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali
Delegasi Indonesia siap sambut peserta ICANN87 AGM Meeting di Bali, Oktober 2026. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Situasi geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada perubahan agenda penting internasional. Pertemuan strategis mengenai tata kelola internet global yang diprakarsai oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), resmi dipindahkan dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali, Indonesia.

Acara bertajuk ICANN87 Annual General Meeting (AGM) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 mendatang. Keputusan pemindahan ini diambil lantaran eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta sebagian besar negara Teluk, memicu kekhawatiran besar dari para calon peserta terkait faktor keamanan.

Guna menjaga antusiasme serta menjamin keselamatan partisipan, manajemen ICANN memutuskan untuk menunjuk Bali sebagai lokasi pengganti yang dinilai jauh lebih kondusif dan aman.

Kepastian penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah disepakati dalam pertemuan tertutup antara pejabat teras ICANN dengan delegasi Indonesia yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI). Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela pergelaran ICANN86 di Seville, Andalusia, Spanyol, pada Selasa (9/6/2026).

VP ICANN Asia Pacific, Samiran Gupta menerima delegasi Indonesia yang dipimpin Prof Hammam Riza (Pandi) dan Direktur Pengawasan Komdigi, Teguh Arifiyanto dan pengurus Pandi lainnya.
VP ICANN Asia Pacific, Samiran Gupta menerima delegasi Indonesia yang dipimpin Prof Hammam Riza (Pandi) dan Direktur Pengawasan Komdigi, Teguh Arifiyanto dan pengurus Pandi lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, tim ICANN dipimpin langsung oleh Vice President ICANN Samiran Gupta, didampingi oleh Stakeholder Engagement Manager Asia Pasifik Athena Foo dan Maya. Sementara itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas PANDI Prof. Hammam Riza, Direktur Pengawasan Direktorat Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) Kemenkomdigi Teguh Arifiyadi, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.

“Kami meminta kepada PANDI, khususnya di bawah kepengurusan yang baru, untuk segera bersiap dan bekerja sama dengan ICANN demi menyukseskan ICANN87 di Bali," ujar Samiran Gupta dalam pertemuan tersebut.

Langkah taktis ini langsung mendapat apresiasi positif dari Kementerian Komdigi. Direktur Wasdig Kemenkomdigi, Teguh Arifiyadi, menyatakan bahwa penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan tinggi dari komunitas internasional terhadap Indonesia. Sekembalinya ke tanah air, ia akan segera melaporkan mandat ini kepada Menkomdigi Meutya Hafid dan Dirjen Wasdig Alexander Sabar.

"Kementerian Komdigi bersama PANDI sebagai co-host siap menyukseskan agenda besar ini dengan dukungan mitra lokal serta komunitas internet Indonesia," tegas Teguh.

Senada, Ketua Dewan Pengawas PANDI, Hammam Riza, menegaskan kesiapan Indonesia selaku tuan rumah lokal (local host). Meski waktu persiapan yang tersisa relatif singkat, yakni sekitar empat bulan, ia optimistis agenda internasional ini dapat berjalan dengan lancar dan paripurna.

Ashwin Sasongko Sastrosubroto, perwakilan Indonesia di Governmental Advisory Committee (GAC) ICANN, menjelaskan bahwa AGM merupakan pertemuan tahunan paling krusial di ICANN karena mengusung konsep multistakeholder. Mantan Dirjen Komdigi yang kini aktif di BRIN tersebut menambahkan, salah satu agenda terpenting dalam forum ini adalah Open Forum, di mana Board of Directors (BOD) ICANN akan mendengar langsung masukan dari para pemangku kepentingan IT global.

Sebagai informasi, AGM ICANN merupakan forum akbar tahunan organisasi nirlaba global yang berfungsi mengatur sistem penamaan domain (DNS) dan pengalokasian alamat IP—dua pilar utama infrastruktur internet dunia. Pertemuan di Bali nanti diperkirakan akan dihadiri oleh sedikitnya 1.500 peserta yang merupakan delegasi dari 150 negara di dunia.

Di sela-sela pertemuan di Spanyol tersebut, delegasi Indonesia juga secara resmi memperkenalkan jajaran kepengurusan baru PANDI yang telah disahkan oleh Dirjen AHU Kementerian Hukum. Kepengurusan baru tersebut dipimpin oleh Isnawan Aslam selaku Ketua, didampingi oleh Ery Punta Hendraswara sebagai Sekretaris, dan Andi Mohammad Natsir Amal sebagai anggota pengurus.

[TOS]



Berita Lainnya