Samarinda

Jalan Rusak Berlubang di Pusat Kota Meresahkan, Warga Minta Pemkot Samarinda Segera Perbaiki

Kaltimtoday.co, Samarinda – Hingga saat ini, jalan berlubang dan rusak masih menjadi masalah klasik di Samarinda. Bahkan membahayakan pengguna jalan.

Warga berulangkali mengeluhkan kondisi tersebut tapi tidak kunjung ditindaklanjuti Pemkot Samarinda.

Beberapa titik jalan yang terpantau mengalami kerusakan dan berlubang ada di Jalan Kartini, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Aminah Syukur, Jalan Pulau Sebatik, dan Jalan Mulawarman.

Baca juga:  KPK Singgung Pengaturan Pungutan Pajak, DPRD Bakal Panggil Pemkot

Jalan-jalan tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Samarinda Kota. Meski sekilas jalan tampak baik-baik saja, namun kondisi jalan berlubang juga jelas terlihat. Seperti misalnya di Jalan RA Kartini, posisi lubang atau yang rusak tak begitu jauh dengan posisi lainnya. Masih berdekatan.

Kemudian di Jalan Kadrie Oening depan rumah makan Haji Ijai. Jalannya berlubang dan bergelombang. Jalan di wilyah ini juga sangat dikeluhkan karena menjadi akses utama dari banyak sekolah. Misal SMP 7, SMA 1, SMP 1, SD Selyca, SD dan SMP Cordova, dan akses menuju Rumah Sakit SMC.

Baca juga:  Andi Harun Lantik Sejumlah Pejabat Baru, DPRD Samarinda Minta Tingkatkan Kinerja yang Inovatif

Parahnya, di Jaln Kadrie Oening ini kerusakan hampir terjadi di sepanjang jalan, termasuk di . Simpang jalan dari Kadrie Oening menuju Jaln Abdul Wahab Syahranie, tepat di bawah flyover Air Hitam.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Hero Mardanus Setyawan menjelaskan bahwa seluruh titik jalan yang alami kerusakan, apalagi yang posisinya di tengah kota pasti akan segera diperbaiki.

“Inilah susahnya kami. Menganggarkan anggaran yang kami perkirakan ternyata tidak sesuai dengan yang ada. Tapi, saya juga sudah memerintahkan ke bidang-bidang lain untuk memperbaiki itu jalan-jalan kota,” jawab Hero saat ditemui di DPRD Samarinda, Senin (9/5/2022).

Baca juga:  Padat Penduduk, Samarinda Ulu Punya 22 TPS

Anggaran untuk APBD murni dan perubahan juga dipastikan Hero ada. Pun, Bidang Bina Marga telah melakukan pendataan untuk jalan-jalan mana saja yang rusak. Hero menambahkan, proses pelaporan jika warga ada menemukan jalan rusak pun sudah berjalan. Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) juga banyak membantu.

“Apapun segalanya yang terkait infrastruktur, misal ada yang tidak sempurna, mereka langsung lapor. Itu langsung kami tindak lanjuti. Mekanisme itu sudah berjalan. Tidak susah. Masyarakat juga biasanya bisa menyampikan keluhan lewat media,” tambah Hero.

Ditanya apakah ada titik-titik jalan yang menjadi prioritas, Hero menegaskan di mana pun lokasi jalan dalam kota dan memang dalam kondisi rusak, pihaknya akan memaksimalkan untuk segera melakukan perbaikan. Apalagi, sebut dia, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga memprioritaskan jalan-jalan dalam kota harus dalam kondisi baik.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya mengungkapkan, setiap tahunnya, anggaran untuk perbaikan jalan pasti ada. Namun harus dilihat kembali kewenangan jalan tersebut milik siapa. Entah pemerintah kota (pemkot), pemerintah provinsi (pemprov), atau negara.

Baca juga:  DPRD Kaltim Harapkan Akses Jalan di Poros Mangkupalas-Palaran Bisa Segera Diturap

“Kalau misal yang rusak itu di jalan provinsi, berarti pemprov yang punya tanggung jawab. Kalau itu jalan kota, maka pemkot yang tanggung jawab. Itu harus diperhatikan. Kadang masalah jalan itu keluhannya masuk ke pemkot. Tapi setelah kami telusuri, ternyata jalan itu ranahnya di pihak lain,” ungkap Angkasa.

Tiap tahunnya, anggaran akan dikucurkan untuk infrastruktur. Terdiri dari perbaikan, peningkatan, dan lain sebagainya. Di dalam proses pengerjaan, pasti ada yang namanya perbaikan dan faktor teknis dan non teknis terjadi. Menurut Angkasa, jalan juga memiliki umurnya. Ketika memang sudah masanya, maka peremajaan kembali harus ada. Termasuk dengan membuat daftar prioritas titik mana saja yang akan dieksekusi.

“Terkadang yang jadi masalah itu kan non teknis. Contohnya, ada jalan yang diharapkan dalam kurun waktu 5 tahun bisa dilewati kendaraan, tapi karena kondisi alam yang tergenang air misalnya, kualitas jalan tersebut menurun,” lanjut Angkasa.

Jalan RA Kartini berlubang-lubang. Membuat warga yang melintas jengkel. (Istimewa)
Jalan RA Kartini berlubang-lubang. Membuat warga yang melintas jengkel. (Istimewa)

Tak hanya dari faktor alam, penurunan kualitas jalan hingga menjadi rusak juga bisa disebabkan oleh banyaknya kendaraan alat berat yang melintas. Padahal, jalan tersebut memang tidak diperkenankan dilintasi kendaraan alat berat. Namun, memang tak ada alternatif lain dan itu diakuinya cukup sulit dikontrol.

Baca juga:  Revisi Perda Tentang Sampah di Samarinda Bakal Disahkan Akhir Oktober 2021 

“Kami juga sebenarnya mau mengusulkan Perda tentang lalu lintas alat-alat berat yang lewat di tengah kota. Itu harus diatur jadwal dan waktunya. Lalu ukurannya. Tapi kan tidak bisa langsung begitu saja. Harus kami bangun dulu koordinasinya,” tandas Angkasa.

[YMD | TOS]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker