Daerah
Pembebasan Lahan SKM 2 Berjalan Lancar, 150 Rumah Siap Dibongkar
Kaltimtoday.co, Samarinda - Penataan kawasan di sepanjang Sungai Karang Mumus (SKM) terus digencarkan Pemkot Samarinda. Hal ini dibuktikan dengan pembebasan 150 rumah di sepanjang SKM 2, mulai Jembatan Ruhui Rahayu hingga Jembatan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.
Upaya ini merupakan kolaborasi Dinas PUPR dan Disperkim Samarinda, dengan Disperkim fokus pada SKM 2 dan Sungai Karang Asam Kecil segmen belakang Pasar Ijabah. Pembebasan tahap awal ini menyasar 150 dari total 214 rumah di SKM II.
"Sosialisasi dan komunikasi persuasif telah dilakukan sejak 2023. Alhamdulillah, semua pemilik bangunan sepakat dan telah menyerahkan buku rekening untuk pembayaran," terang Narulita Haidinawati Ibay, Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Samarinda.
Pembayaran akan dilakukan setelah Surat Keputusan (SK) pembebasan dari Wali Kota Samarinda diterbitkan. Pemkot Samarinda juga membantu pembongkaran bagi yang tidak mampu melakukannya sendiri.
"Setelah bersih, baru dilanjutkan dengan penurapan dan pembangunan lainnya. Tujuannya untuk mewujudkan kawasan bebas pemukiman kumuh di sepanjang SKM," jelas Lita.
Pembebasan di segmen belakang Pasar Ijabah yang berjumlah 200 lebih rumah akan dilakukan setelah SKM II rampung. Disperkim akan terus melakukan sosialisasi dan komunikasi persuasif dengan warga setempat.
Pembebasan lahan ini merupakan langkah penting dalam penataan kawasan SKM, ikon Kota Samarinda. Dengan kawasan yang bersih dan tertata, diharapkan SKM dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding
- Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate
- Deforestasi Berau Tertinggi di Indonesia, Gamalis Sentil Perusahaan yang Hanya Ambil Hasil Hutan









