Daerah
Penghijauan Lahan Bekas Tambang di Makroman Dilanjutkan, Ditanami 2.000 Pohon Kayu Putih
Kaltimtoday.co, Samarinda - Upaya pemulihan lahan bekas tambang di kawasan Makroman, Samarinda kembali dilanjutkan. Kali ini, sebanyak 2.000 pohon kayu putih ditanam di area seluas 10 hektare.
Penanaman ini merupakan bagian dari program reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemkot Samarinda.
Asisten I Sekretaris Kota Samarinda, Ridwan Tassa, yang memimpin rapat pembahasan program ini pada Kamis (25/4/2024) menjelaskan bahwa PT Lana Harita Indonesia, selaku pihak yang meminjam pakai lahan dari Pemkot Samarinda, telah memulai kembali aktivitas penanaman pohon kayu putih setelah sempat terhenti karena miskomunikasi.
"Alhamdulillah, penanaman bisa dilanjutkan kembali," ujar Ridwan, yang juga menjabat sebagai Plh Sekda Samarinda.
Penanaman 2.000 pohon kayu putih ini merupakan tahap awal dari rencana pemulihan lahan bekas tambang di Makroman. Nantinya, setelah proses penanaman selesai, area tersebut akan diserahkan kembali kepada Pemkot Samarinda untuk dikelola.
"Harapannya, setelah diserahkan ke Pemkot, warga sekitar dapat membantu mengelola tanaman ini. Lahan ini juga bisa dikembangkan menjadi ruang publik, pusat ekonomi industri, bahkan agrowisata," jelas Ridwan.
Pemulihan lahan bekas tambang di Makroman merupakan salah satu dari tiga proyek serupa di Samarinda. Dua lainnya yaitu lahan eks tambang di Bantuas (6,38 hektare) dan Palaran (10 hektare).
Upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan wilayah ini patut diapresiasi. Mari kita dukung program ini agar Makroman kembali hijau dan bermanfaat bagi masyarakat.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Patuhi Putusan MA, Satpol PP Kaltim Kosongkan Gedung Kantor yang Ditempati Yayasan Melati di SMAN 10 Samarinda
- Atasi Masalah Tempias di Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Gunakan Dana CSR dari Kontraktor
- 1.500 Pedagang Pasar Pagi Sudah Terima Kunci, Disdag Sebut Tahap Pertama Distribusi Lapak Tuntas Januari 2026
- Terduga Pelaku Pencurian Helm Masih dalam Pemeriksaan Lanjutan, Kepemilikan Sajam Didalami
- Mediasi Sengketa Informasi Muara Tae Bergulir, Pemerintah Kampung Tegaskan APBKam Terbuka









