DPRD KUKAR

Jarang Dinas ke Luar Daerah, Anggota DPRD Kukar Taufik Ridiannur Pilih Perbanyak Kunjungan ke Dapil Dengarkan Keluhan Warga

Supri Yadha — Kaltim Today 31 Oktober 2026 15:21
Jarang Dinas ke Luar Daerah, Anggota DPRD Kukar Taufik Ridiannur Pilih Perbanyak Kunjungan ke Dapil Dengarkan Keluhan Warga
Anggota DPRD Kukar, Taufik Ridiannur saat bertemu masyarakat di daerah pemilihannya. (Istimewa)

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Menyerap aspirasi masyarakat tidak selalu harus menunggu agenda reses. Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Taufik Ridiannur, memilih rutin turun ke desa dan kecamatan di daerah pemilihannya (dapil) untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan warga.

Baginya, komunikasi dengan masyarakat bisa berlangsung dalam berbagai kesempatan tanpa harus melalui pertemuan formal. Bahkan, diskusi sederhana di warung kopi hingga pertemuan ketika warga berkunjung ke rumah bisa menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi.

Taufik mengungkapkan, dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, dirinya jarang mengambil kegiatan dinas di luar daerah. Waktu tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk mengunjungi desa dan kecamatan di wilayah Dapil VI.

"Belakangan ini, bahkan mungkin hampir setahun lebih, saya jarang sekali mengambil kegiatan dinas di luar daerah. Jadi, kegiatan saya lebih banyak di kecamatan dan desa," kata Taufik, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, kunjungan ke daerah pemilihan tidak harus selalu dilakukan melalui agenda reses. Sebab, kebutuhan dan persoalan masyarakat bisa diketahui melalui komunikasi langsung dalam aktivitas sehari-hari.

"Perjalanan ke dapil itu tidak mesti harus dalam agenda reses. Kita bisa berdiskusi di warung kopi, di jalan, atau ketika masyarakat bertemu dengan kita di rumah," jelasnya.

Dia menyebut, berbagai masukan yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut menjadi catatan penting bagi DPRD dalam menentukan kebijakan. Aspirasi itu nantinya dapat ditindaklanjuti melalui usulan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pokok-pokok pikiran DPRD.

Dari komunikasi yang dilakukan bersama masyarakat. Taufik mengungkapkan, persoalan lapangan pekerjaan menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan. Kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan dinilai turut berdampak terhadap aktivitas perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat.

Dia menjelaskan, ketika kondisi keuangan daerah stabil, daya beli masyarakat cenderung terjaga dan lapangan pekerjaan lebih banyak tersedia. Kesempatan kerja tersebut berasal dari kegiatan pemerintah maupun sektor lainnya.

"Jadi, keluhan masyarakat kita sekarang adalah susah mencari pekerjaan," tuturnya.

Selain pekerjaan, kondisi musim kemarau juga menjadi persoalan yang banyak dibicarakan warga, terutama di wilayah Dapil VI. Dimana, mayoritas masyarakat di daerah tersebut menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan dan hasil danau.

Mengeringnya sejumlah danau membuat masyarakat kesulitan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Persoalan tersebut turut menjadi bahan diskusi ketika dirinya bertemu dengan warga.

"Apalagi di daerah kita ini, khususnya Dapil VI, mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah nelayan. Sekarang ini, apa lagi yang bisa dicari di danau-danau kalau semuanya kering?" tuturnya.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masuk dalam pembahasan bersama masyarakat. Dia menyebut, kondisi asap yang semakin parah dan seolah tidak kunjung berhenti menjadi salah satu keluhan warga.

Taufik berharap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat tersebut dapat segera ditangani. Menurutnya, penyelesaian masalah lapangan pekerjaan, kondisi danau, hingga karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab DPRD.

"Hal-hal inilah yang sering kita diskusikan. Jadi, persoalan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab DPRD, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Mudah-mudahan permasalahan seperti ini bisa segera teratasi," tutupnya.

[SUP | ADV DPRD KUKAR]



Berita Lainnya