BalikpapanHeadline

Kapasitas Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Balikpapan Semakin Menipis

Kaltimtoday.co, Balikpapan – Beban berat harus ditanggung Kota Minyak di tengah pandemi Covid-19. Jumlah kasus konfirmasi positif yang terus bertambah membuat kapasitas tempat isolasi semakin menipis.

Data covid19.kaltimprov.go.id, kasus Covid-19 di Balikpapan per 24 Juni 2020, mencapai 141 kasus. Dari total 141 kasus tersebut, masih ada 60 orang yang menjalani perawatan, 78 sembuh, dan 3 orang meninggal dunia.

Baca juga:  5 Pekerja Migas di Balikpapan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tanda-tanda Balikpapan bakal kewalahan itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Dalam konferensi pers Selasa, 23 Juni 2020, Andi Sri Juliarty mengungkapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) sudah hampir penuh.

“Terutama di dua rumah sakit itu. Ruang isolasi nyaris terisi semua,” Andi Sri Juliarty kepada awak media, Selasa.

Baca juga:  250 Warga Balikpapan Ikuti Rapid Test Massal di Lapangan Merdeka Balikpapan, 1 Reaktif

Dia memaparkan, saat ini jumlah pasien yang menjalani perawatan dan isolasi di Balikpapan ada 60 orang. Mereka sebagian besar dirawat di RSKD dan sisanya di RSPB. RSKD sendiri bisa menampung hingga 80 pasien.

Sebelumnya, RSKD hanya memiliki 21 ruangan dengan kapasitas 50 tempat tidur. Namun, karena banyaknya pasien Covid-19 di Balikpapan, maka jumlah ruang isolasi terus ditambah hingga mencapai 80 tempat tidur.

Di RSKD, 1 kamar isolasi bisa diisi 2-4 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Adapun dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 bisa menangani hingga 12 pasien.

Baca juga:  9 Orang Dirawat, Klaster Kampung Baru di Balikpapan Selesai di Tracing

Untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan, Dinkes Balikpapan, sebut dia, sudah menyiapkan ruangan isolasi tambahan di rumah sakit lain. Seperti di Rumah Sakit Beriman di Gunung Malang dan Rumah Sakit Bhayangkara di Jalan Jenderal Sudirman.

“Ruang isolasi akan terus ditambah, jika kondisi kondisi memang diperlukan,” katanya.

Balikpapan, ungkap dia, masih memiliki, ruang isolasi pasien Covid-19, misal di Rumah Sakit Tentara dr Hardjanto, Rumah Sakit TNI AU, Rumah Sakit Restu Ibu, RS Balikpapan Baru, RS Siloam, dan RS Hermina.

Kasus Covid-19 di Balikpapan hingga 24 Juni 2020, tercatat terdapat pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 272 kasus, ada penambahan 2 kasus. PDP yang hasil uji swabnya negatif berjumlah 242 kasus dan PDP yang meninggal 9 orang.

Baca juga:  Cegah Virus Corona, KKP Balikpapan Periksa Puluhan Kapal Asing Beserta 436 ABK

Orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 411 dan orang dalam pemantauan berjumlah 439 meningkat 57 orang.

“Yang positif Covid-19 yang meninggal masih tetap 3 orang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau agar angkutan umum menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga:  Cegah Virus Corona, Berikut Cara Cuci Tangan yang Benar Menurut WHO

Untuk sementara, Balikpapan saat ini belum ada sanksi bagi angkutan umum yang mengabaikan protokol kesehatan, namun jika kasus Covid-19 terus meningkat dan ditemukan klaster angkutan umum, maka bisa saja bakal ada sanksi.

“Sekarang masih imbauan agar pengemudi dan penumpang memakai masker dan tidak mengangkut penumpang sampai angkot penuh,” tegas Rahmad Mas’ud.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close