Bontang

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Bontang Bakal Terapkan PPKM

Kaltimtoday.co, Bontang – Peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di bulan Januari awal tahun 2021 ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang harus mengambil kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 terus meluas. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun menjadi salah satu kebijakan yang akan diterapkan di Bontang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati mengungkapkan, melihat dari data yang terkonfirmasi sudah banyak, pasien meninggal juga terus bertambah. Juga kasus yang lebih tinggi di Januari ini dibanding pada Agustus lalu.

Baca juga:  Sempat Tertunda, PWI Bontang-Badak LNG bakal Gelar UKW Februari Nanti

“Insyaallah akan kami terapkan PPKM, dan tidak perlu diajukan ke Gubernur hanya cukup merevisi Perwali saja,” jelas Iin sapaan akrabnya, Senin (11/1/2020) saat ditemui usai Rapat Koordinasi Satgas Gugus Tugas Covid-19 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Pemberlakukan PPKM ini, lanjut Iin, mekanismenya akan dibahas secara internal dengan Asisten yang membidangi. Pihaknya akan memperhatikan terlebih dahulu syarat-syarat penerapan PPKM. Apakah akan mengikuti seperti pusat, atau ada kebijakan lain.

Namun, salah satu yang harus direvisi dari Perwali Kota Bontang nomor 21 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Aktivitas masyarakat di malam hari akan dibatasi hingga pukul 21.00 Wita, ini berlaku untuk semua baik rumah makan, cafe, minimarket dan lainnya,” terangnya.


Untuk kegiatan siang hari, Iin mengungkapkan masih normal. Sementara untuk monitoring orang yang datang dari luar daerah, Sekda Bontang akan mengaktifkan satgas di setiap kelurahan. Mengingat saat ini semua memang harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami akui memang belum maksimal, tapi kami akan coba untuk memaksimalkan. Jadi saya minta Tim satgas melakukan evaluasi, agar setiap kekurangan bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, salah satu Tim Gugus Tugas Covid-19 Adi Permana yang juga Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Bontang menuturkan peningkatan kasus harian di bulan Januari ini cukup signifikan. Dalam satu hari bisa ada penambahan kasus sebanyak 73, dimana bulan Agustus lalu tertinggi hanya sekira 48 kasus.

“Saat ini hunian ruang isolasi juga sudah 90 an persen,” ujarnya.

Soal PPKM, Adi juga menyebut sudah mengusulkannya untuk membatasi ruang gerak masyarakat. Karena jika tidak diberlakukan, angka grafik akan terus meningkat. “Itu salah satu upaya kami untuk mengurangi penambahan kasus. Dari pusat yang diberlakukan PPKM itu Jawa-Bali, di luar itu sesuaikan dengan 4 kriteria,” bebernya.

Baca juga:  Sriwijaya Air Hilang Kontak, Berikut Deretan Kecelakaan Pesawat di Indonesia yang Hilangkan Ratusan Nyawa

“Tidak pelarangan, tapi pembatasan, kami sudah lakukan sebelumnya, bukan melarang dan hanya membatasi,” pungkasnya.

Perkembangan kasus Covid-19 di Bontang per tanggal 10 Januari 2021 mengalami
penambahan.  Dikonfirmasi kasusu positif Covid-19 sebanyak 7 kasus dengan jumlah kasus aktif 335, penambahan meninggal dunia 1 kasus, dan penambahan sembuh 18 kasus dengan persentase angka kesembuhan 82.5%. Total kasus positif 2.120, sembuh 1.748 kasus, meninggal dunia 37 kasus, dan suspek 598 kasus.

[RIR| NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close