Daerah
Kebut Kesiapan Operasional, DLH Samarinda Fokus Rampungkan Akses Jalan dan LPJU Insinerator
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tengah memusatkan perhatian pada pemenuhan infrastruktur dasar guna mendukung operasional fasilitas pengolahan sampah berbasis insinerator.
Meski pembangunan fisik gedung fasilitas tersebut secara umum telah mencapai 100 persen, kelayakan akses jalan dan ketersediaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan sebelum unit benar-benar difungsikan.
Berdasarkan paparan terbaru dalam progres pembangunan, terdapat sembilan titik lokasi insinerator yang sedang dikebut penyelesaiannya agar dapat beroperasi sesuai target.
Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju lokasi insinerator di tujuh titik saat ini masih dianggap belum memadai untuk aktivitas pengangkutan sampah. Ketujuh lokasi tersebut mencakup Kelurahan Handil Bakti, Simpang Pasir, Baqa, Jalan Wanyi, Kelurahan Tani Aman, Bukit Pinang, dan Lempake.
Kondisi jalan yang perlu mendapat penanganan memiliki panjang yang bervariasi, mulai dari bentang 35 meter hingga yang terpanjang mencapai 315 meter. “Masih ada tujuh lokasi insinerator yang akses jalannya belum memadai,” kata Suwarso.
Penyelesaian akses jalan ini menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas kendaraan bermuatan berat yang akan membawa sampah menuju unit pengolahan. Suwarso menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan ini sebagian besar telah masuk dalam skema anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda tahun ini.
Selain jalan, aspek penerangan atau LPJU juga menjadi poin krusial mengingat aktivitas pengolahan sampah dan operasional kendaraan diprediksi akan berlangsung hingga malam hari.
Untuk kebutuhan penerangan, DLH Samarinda telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp181 juta pada tahun ini guna membangun 21 tiang LPJU.
Namun, pemasangan lampu ini hanya akan difokuskan pada empat lokasi yang dinilai masih minim penerangan, yakni di Kelurahan Baqa, Simpang Pasir, Tani Aman, dan Handil Bakti.
Sementara itu, lima lokasi insinerator lainnya diklaim sudah memiliki fasilitas penerangan yang cukup aman. “Di LPJU itu kurang lebihnya Rp181 juta untuk 21 tiang di empat lokasi, karena yang lima lokasinya sudah aman,” terang Suwarso.
Secara teknis, dari total unit yang direncanakan, delapan unit insinerator telah rampung pembangunannya, sedangkan dua unit sisanya di Handil Bakti dan Simpang Pasir masih dalam tahap perakitan.
Selain masalah jalan dan listrik, DLH juga tengah menyelesaikan sambungan air di satu lokasi tersisa untuk menunjang sistem hidro pengolahan uap air pada mesin insinerator. Paralel dengan pembangunan fisik, proses rekrutmen dan seleksi operator serta petugas keamanan juga sedang berjalan.
Beberapa titik seperti Polder Air Hitam, Lok Bahu, Bukit Pinang, dan Lempake dilaporkan sudah memiliki kesiapan personel yang mencukupi. Targetnya, seluruh infrastruktur pendukung dan perakitan unit ini dapat tuntas dalam waktu dekat sehingga tahap uji coba operasional secara menyeluruh bisa segera dilaksanakan.
Suwarso menargetkan pada bulan depan seluruh fasilitas pengolahan sampah ramah lingkungan ini sudah memasuki tahap akhir kesiapan operasional. Upaya pengecekan dan seleksi sumber daya manusia terus dilakukan bersamaan dengan penyelesaian sisa pengerjaan teknis di lapangan.
[RWT]
Related Posts
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa
- Kick Off Pemilihan Rektor Unmul 2026-2030, Panitia Ungkap Lima Bakal Calon Terpilih









