Kaltim

Kejar Target Cakupan 95 Persen Imunisasi Anak di Kaltim, Samarinda Masih yang Terendah

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemprov Kaltim menggelar evaluasi dan percepatan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Setyo Budi Basuki mengungkapkan bahwa, program imunisasi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Terkhusus bagi anak-anak agar terhindar dari berbagai penyakit yang tidak ada obatnya. Imunisasi rutin jadi kunci.

“Kenapa ada BIAN, karena untuk menutupi kekurangan dari cakupan yang seharusnya. Jadi cakupan itu harusnya minimal 95 persen untuk imunisasi rutin. Namun karena pandemi ada pembatasan sosial, kegiatan di Posyandu tak maksimal. Masyarakat juga takut ke Puskesmas,” jelas Basuki saat ditemui awak media, Rabu (6/7/2022).

Baca juga:  Unggah Kondisi Jalan Rusak di Kelurahan Mangkupalas, DPRD Samarinda Minta Pemprov Kaltim Segera Lakukan Perbaikan

Oleh sebab itu, cakupan imunisasi terjadi penurunan. Basuki menegaskan, penurunan tak hanya terjadi di Kaltim. Namun hampir di seluruh Indonesia. Kecuali Provinsi DIY Yogyakarta dan Bali yang cakupannya memang sudah lebih dulu tinggi.

Untuk capaian vaksinasi BIAN di Kaltim, seluruh pihak mendukung untuk mencapai target 95 persen. Namun sampai saat ini, cakupan yang baru dicapai hanya 37 persen. Namun cakupan tersebut sudah menempatkan Kaltim di posisi ketiga nasional. Kendati demikian, pihaknya menyadari target tetap harus dikejar. Basuki menyebut, dukungan dari semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

Di Kaltim, capaian imunisasi yang relatif lebih rendah dari kabupaten dan kota lain adalah Samarinda. Diketahui pula bahwa, jumlah penduduk di Samarinda terbanyak. Artinya, jika imunisasi di Samarinda bisa dinaikkan, maka cakupan secara provinsi juga akan tinggi.

“Ada 2 sasaran yang besar di lingkup pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda dan Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda. Untuk pendidikan di bawah Diknas, total capaian sudah sekitar 90 persen lebih. Sementara di lingkup Kemenag baru 1,3 persen,” tambah Basuki.

Berdasarkan data tersebut, maka setelah ini akan ada koordinasi dengan Kanwil Kemenag Samarinda agar ditetapkan jadwal untuk pelaksanaan imunisasi. Dari situ, Dinas Kesehatan terkait atau puskesmas akan mengakses sekolah di bawah naungan Kemenag.

“Yang paling tinggi saat ini cakupannya ada di Mahulu dan Kutai Barat. Target keseluruhan kami harus tetap sama-sama, ini membicarakan herd immunity. Semua wilayah minimal harus 95 persen untuk tutupi kekurangan itu,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda yakni dr Osa Rafshodia mengungkapkan bahwa, cakupan imunisasi di Samarinda sebesar 40,4 persen. Sasaran di Samarinda, ujar Osa, dilebihkan sebesar 22,6 persen untuk memfasilitasi orang-orang yang bukan penduduk Samarinda namun posisinya ada di Samarinda.

“Jadi sebenarnya untuk warga Samarinda sendiri cakupannya sudah 63 persen. Jadi sasaran itu kami masukkan, karena dilebihkan 22,6 persen itu ada over estimate, jadi seolah-olah kinerja kami hanya 40 persen tapi sebenarnya proteksi untuk warga sendiri adalah 63 persen,” jelas Osa.

Baca juga:  Gelar Aksi di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Siswa SMA 10 Samarinda Minta Tindakan Tegas dari Pemprov

Osa optimistis, tahun ini Samarinda bisa mencapai target di atas 90 persen. Pada Agustus mendatang, target 85 persen juga diharapkan telah terpenuhi. Di Samarinda, kegiatan imunisasi atau vaksinasi juga perlu waktu karena tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas tak sebanding dengan jumlah sasaran yang sangat besar.

“Kan Samarinda terbesar di provinsi sasarannya, kami hanya punya 40 tim. Hanya 400 nakes yang bisa menyuntikkan,” tutup Osa.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker