Kaltim

Kemarau Panjang dan Karhutla Terjang Kaltim, Muhammadiyah Serukan Shalat Istisqa

Kaltim Today
19 September 2026 17:21
Kemarau Panjang dan Karhutla Terjang Kaltim, Muhammadiyah Serukan Shalat Istisqa
Ketua PWM Kaltim KH Muhammad Jafron serukan penanganan karhutla dan menggelar shalat istisqa' di Samarinda.

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur mengimbau seluruh umat Islam di Kaltim untuk menggelar shalat istisqa' atau shalat meminta hujan guna menghadapi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih.

Seruan tersebut disampaikan menyusul kemarau panjang dengan curah hujan jauh di bawah normal yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Timur berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ketua PWM Kaltim KH Muhammad Jafron dan Sekretaris PWM Kaltim H Amir Hady menegaskan bahwa seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat muslim pada umumnya diminta untuk memperbanyak istigfar serta memanjatkan doa memohon hujan.

"Memperbanyak istigfar dan tobat kepada Allah, serta melaksanakan shalat istisqa’ berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, dipandu oleh imam atau pimpinan daerah setempat," ujar Jafron dan Amir Hady dalam keterangan tertulisnya.

Selain imbauan ibadah, PWM Kaltim menginstruksikan seluruh elemen persyarikatan seperti Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), hingga tingkat ranting untuk bergerak aktif mendistribusikan air bersih dan membantu pemadaman karhutla.

Muhammadiyah juga mencetuskan Gerakan Shodaqoh Air guna menggalang bantuan air bersih, sumur bor, hingga dana dari masyarakat berkelebihan sumber daya yang nantinya dikoordinasikan melalui MDMC dan Lazismu.

PWM Kaltim mengingatkan bahwa pemberian pertolongan kepada korban bencana merupakan kewajiban kelompok masyarakat yang berkelebihan sumber daya demi pemenuhan hak dasar atas air, pangan, dan layanan kesehatan.

Dalam pandangan Fikih Kebencanaan Muhammadiyah, bencana yang terjadi diposisikan sebagai ujian keimanan sekaligus media introspeksi diri terhadap kerusakan lingkungan akibat perilaku eksploitatif manusia.

Oleh karena itu, Muhammadiyah mendorong adanya ikhtiar nyata dari seluruh pihak berupa penanganan darurat, mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan, serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

PWM Kaltim mengajak pemerintah daerah, TNI, Polri, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat di Kaltim untuk bersinergi secara terpadu guna mempercepat penanggulangan dampak kekeringan serta karhutla.

[TOS]



Berita Lainnya