Samarinda

Kepala Biro Ekonomi Kaltim Launching Dapur Umum, Model Pemberdayaan Ekonomi MCCC

Kaltimtoday.co, Samarinda – Bulan suci Ramadan menjadi bulan kerinduan kaum muslimin untuk menemuinya. Taraweh bersama keluarga, saling menyimak tadarus Al Quran, keceriaan menanti waktu berbuka puasa dan segenap aktivitas lainnya yang menimbulkan semangat mengamalkan agama.

Ramadan tahun ini bisa jadi Ramadan yang akan sepi. Riuh anak-anak menggandeng tangan orangtuanya ke masjid dan mushola tak akan kita temui, harus dikosongkan untuk keselamatan diri. Interaksi penjual pembeli yang ramai saat menjelang buka, pasar Ramadan tak akan lagi dijumpai.

Baca juga:  iCare Kaltim Salurkan 2.500 Paket Sembako

“Menyambut bulan suci Ramadan 1441 H dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti yang kita rasakan saat ini, mari tingkatkan ta’awun di antara kita. Kita tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah pelik ini, tanpa kerjasama, gotong royong, tolong menolong dengan sebaik-baiknya dan setulus-tulusnya di antara kita,” kata Suyatman, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur.

“Jangan salah-menyalahkan di antara kita, karena hanya akan menambah masalah. Marilah bersama-sama menyempurnakan ikhtiar dan bertawakkal kepada Allah. Semoga Allah selalu menolong dan memberkahi kita,” ujarnya.

Gemar Memberi Masker.

Pos Layanan Muhammadiyah Covid -19 Command Center (MCCC) memasuki tahap kedua program kemanusiaan dan kepedulian. Bertempat di sekertariat Jalan Perjuangan 9 diluncurkan program pemberdayaan masyarakat berupa launching Dapur Ramadan MCCC. Mengambil konsep sederhana yaitu bekerjasama dengan tukang masak yang ditunjuk dan nantinya dibeli oleh MCCC dan didistribusikan kepada yang membutuhkan. Menariknya lagi, pengantaran dilakukan oleh komunitas motor yang tergabung dalam Bikers Subuh Samarinda (BSS).

Peluncuran dapur Ramadan ditandai penyerahan beras oleh Drs. H. Muhammad Najrin M.Si Kepala Biro Ekonomi Propinsi Kalimantan Timur kepada Bu Udin, salah satu tukang masak yang ditunjuk MCCC  untuk titik Samarinda Utara.

Bantuan bahan pangan kepada mahasiswa terdampak.

“Di samping peluncuran Dapur Ramadan, juga diluncurkan warung binaan MCCC dan gerakan memberi masker (Gemes) sebagai program pemberdayaan masyarakat. Pos layanan MCCC telah menunjuk tiga usaha warung untuk menjadi partner dalam penyediaan paket sembako yang disalurkan ke masyarakat terdampak. Demikian juga dalam pengadaan masker, MCCC telah menunjuk tiga penjahit untuk pengadaan masker,” ujar Taufik Rahman selaku ketua Pos Layanan MCCC.

Sementara itu Muhammad Najrin yang juga sebagai pelaksana tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) propinsi Kalimantan mengatakan, Pandemi Covid -19 merupakan ujian dari Allah SWT. Kapan lagi berbuat ketika Allah memberi peluang untuk memberi.

“Semua pasti terkena dampak termasuk sektor ekonomi. Pola hidup sesuai protokol kesehatan semisal membasuh tangan dengan sabun, mengenakan masker, phisycal distancing dan lainnya perlu kedisiplinan bersama agar wabah tidak mudah menyebar dan wabah segera teratasi.

Baca juga:  Ahad Berbagi dan Bahagia dari MCCC dan Lazismu

BPBD tidak mungkin bisa berjalan sendirian, perlu dukungan masyarakat dalam bergotongroyong saling membantu menyelesaikan dampak pandemi Covid -19. Pemberdayaan masyarakat merupakan hal mulia yang perlu diprogramkan bersama untuk cakupan yang lebih besar, dan Muhammadiyah telah memulainya.

Hadir pula dalam kesempatan peluncuran program pemberdayaan masyarakat ini direktur Utama Jamkrida Kaltim H. Agus Shahir yang sebelumnya memberikan bantuan untuk program yang dilakukan pos layanan MCCC,   H. Jaswadi direktur Perguruan Muhammadiyah  Istiqomah  dan Rahmatullah Latif perwakilan BSS.

[RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close