Nasional

Kerap Dipertanyakan, Wamenhan Sebut Latihan Militer Manajer Kopdes untuk Bentuk Karakter

Network — Kaltim Today 01 Juli 2026 16:09
Kerap Dipertanyakan, Wamenhan Sebut Latihan Militer Manajer Kopdes untuk Bentuk Karakter
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto. (Beritasatu.com)

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjelaskan alasan di balik pemberian materi latihan kemiliteran bagi para calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Pelatihan fisik dan mental dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 tersebut bertujuan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan yang kuat bagi para peserta.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, mengakui bahwa pendekatan pelatihan bercorak militer ini kerap memantik pertanyaan dari berbagai pihak di ruang publik. Kendati demikian, Donny menegaskan bahwa sistem pendidikan internal militer memiliki banyak nilai-nilai positif yang sangat relevan dan dapat diimplementasikan secara konkret dalam dunia kerja profesional.

"Jadi sebetulnya itu banyak yang ditanyakan kenapa kok dilatih kemiliteran. Tapi tidak bisa kita pungkiri bahwa di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai yang sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter," kata Donny Ermawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Selain menitikberatkan pada pembentukan karakter dasar, Donny memaparkan bahwa latihan tersebut ditujukan untuk menanamkan kepatuhan dan kedisiplinan yang tinggi kepada calon manajer Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kemampuan dalam memimpin tim kerja serta mengelola sumber daya manusia di tingkat perdesaan membutuhkan sikap disiplin serta rasa tanggung jawab yang besar.

"Jangan sampai nanti manajernya tidak bisa melaksanakan tugasnya, tidak bisa memimpin anak buahnya. Pendidikan seperti disiplin itu paling tidak bisa mengajarkan kepada mereka untuk berlatih disiplin, terutama soal waktu," urai Donny.

Donny menambahkan, program penguatan karakter melalui pemanfaatan fasilitas pendidikan militer ini sebenarnya bukan hal baru dan tidak hanya diterapkan eksklusif kepada para peserta SPPI. Selama ini, sejumlah lembaga kementerian sipil maupun korporasi swasta telah lama menggandeng pusat-pusat pendidikan TNI demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia mereka.

"Kita lihat cukup banyak juga kementerian ataupun perusahaan yang mengirimkan pegawai-pegawainya untuk meningkatkan karakter di pusat-pusat pendidikan TNI, di rindam-rindam ataupun di Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai para jajaran direksi perusahaan pada umumnya selalu mendambakan kehadiran pegawai yang memiliki etos kerja disiplin, kepatuhan waktu yang presisi, integritas tinggi, serta cakap dalam bekerja sama di dalam tim. Nilai-nilai substantif itulah yang ingin disuntikkan Kemenhan ke dalam diri para calon pengelola koperasi nasional.

"Itulah nilai-nilai yang ingin didapatkan. Tentunya para direktur juga akan senang jika memiliki pegawai yang disiplin, tepat waktu, memiliki integritas tinggi, dan nilai-nilai positif lainnya," pungkas Donny. 

[RWT] 



Berita Lainnya