Opini

Keretakan Hubungan Ganjar-Puan, Apa Dampaknya?

Oleh: Hagi Nur Fadilla (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman)

Dalam sebuah komunikasi yang terjalin antara kedua belah pihak, tidak jarang konflik juga turut hadir sebagai salah satu unsur komunikasi. Konflik maupun keretakan hubungan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari perbedaan pendapat hingga perbedaan tujuan dari kedua belah pihak yang terlibat. Sebagai salah satu unsur yang kerap hadir dalam komunikasi, maka tentu keretakan hubungan ataupun konflik juga dapat dipandang dari segi komunikasi. Hal inilah yang dapat digunakan dalam menganalisa berbagai isu mengenai konflik di dalam negeri.

Salah satu isu konflik yang kini ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia adalah isu konflik antara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani. Isu keretakan hubungan dari kedua politikus terkenal ini bukanlah tidak berdasar. Masyarakat kerap disuguhkan oleh sikap keduanya yang tampak tidak akur. Seperti yang baru-baru ini terjadi dimana Puan Maharani tidak mengundang Ganjar Pranowo pada salah satu acara PDIP yang juga menaungi Ganjar. Padahal, acara tersebut diselenggarakan di Semarang yang masih termasuk ke dalam daerah pimpinan Ganjar.

Berbagai politikus pun turut mengomentari isu ini. Politikus PDIP misalnya, Andreas Hugo Pareira yang melihat adanya isu ini sebagai hal yang wajar, apalagi jika terjadi antara sesama kader partai. Malah, menurutnya konflik merupakan hal yang baik. Hal ini tidak lepas dari pandangannya yang memandang bahwa konflik juga merupakan bagian dari demokrasi. Menurutnya, isu keretakan hubungan antara Ganjar dan Puan memang tidak bisa dipastikan secara gamblang. Namun, menurut penuturannya, hal ini dapat dipandang sebagai sebuah bentuk persaingan politik keduanya menuju kursi presiden pada pemilu 2024 mendatang.

Apabila dipandang melalui aspek komunikasi, maka ada beberapa hal yang dapat digarisbawahi. Konflik antara Ganjar dengan Puan memang merupakan hal yang wajar, apalagi mengingat keduanya merupakan politikus yang telah lama berkecimpung di dunia perpolitikan dalam negeri. Jika dipandang dari aspek komunikasi, kita dapat menyimpulkan bahwa konflik di antara keduanya mungkin terjadi karena komunikasi dan hubungan yang tidak harmonis. Masyarakat awam juga pasti memandang bahwa dengan adanya komunikasi yang tidak efektif inilah, keduanya diisukan mengalami konflik. Hal ini juga sesuai dengan pandangan masyarakat bahwa komunikasi yang jika terjalin secara efektif, maka pasti akan mendekatkan hubungan kedua belah pihak, bukannya malah merenggangkan hubungan tersebut.

Baca juga:  Meninjau Somasi Es Teh Indonesia, Bukti Media Sosial Pisau Bermata Dua

Di samping itu, keretakan hubungan keduanya juga dapat dipandang melalui komunikasi krisis. Analisa menunjukkan bahwa apabila isu ini tidak segera diselesaikan oleh kedua belah pihak, maka krisis yang lebih besar sangat mungkin untuk terjadi. Krisis dalam hal ini adalah keretakan atau isu yang semakin menyeruak. Kekhawatirannya terletak pada dampak yang ditimbulkan oleh komunikasi krisis tersebut. Baik berupa dampak yang dirasakan oleh perseorangan individu yang terlibat yaitu Ganjar dan Puan maupun dampak negatif terhadap partai yang menaungi mereka secara umum.

Komunikasi krisis merupakan jenis komunikasi yang tidak terduga dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi suatu organisasi yang terlibat. Dalam hal ini, maka ketidakharmonisan hubungan antara Ganjar dengan Puan dapat dikategorikan sebagai komunikasi krisis. Hal ini dikarenakan keadaan atau isu hubungan dan keretakan yang tidak terduga serta berpotensinya dampak negatif yang timbul terhadap individu dan organisasi yang terlibat. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, organisasi maupun individu dalam hal ini berpotensi untuk mendapat dampak negatif. Untuk perseorangan atau individu, maka tentu elektabilitas dan citra kedua belah pihak akan menurun di mata masyarakat. Hal yang serupa juga akan berlaku pada pandangan masyarakat terhadap elektabilitas partai yang menaungi mereka berdua yang tidak lain adalah PDIP. Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi kedua belah pihak untuk segera melakukan konsolidasi dan mengklarifikasi isu yang tengah merebak liar di tengah masyarakat ini. Sehingga, diharapkan dapat meminimalisir resiko atau krisis yang berpotensi untuk timbul.

Baca juga:  Memulihkan Gizi Bangsa Indonesia

Berkaca dari artikel ini, maka konflik merupakan salah satu unsur yang tidak bisa dilepas dari dunia komunikasi. Salah satu isu yang tengah merebak di tengah masyarakat adalah isu keretakan hubungan antara Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani. Menyusul dengan hal ini, maka dari aspek komunikasi, dapat dikatakan bahwa kedua belah pihak tidak dapat menjalin komunikasi yang efektif. Dari aspek komunikasi krisis pula, maka kedua belah pihak perlu mengambil langkah cepat guna merespon segala isu yang beredar. Hal ini dilakukan demi meminimalisir dampak negatif dari komunikasi krisis yang terjadi. (*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker