Samarinda

Kiai Aus Ajak Warga Kaltim Siap Hadapi IKN

Kaltimtoday.co, Samarinda  – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kaltim KH Aus Hidayat Nur kembali menghelat Sosialisasi 4 Pilar Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Dalam kesempatan tersebut, Kiai Aus mengajak masyarakat Kaltim khususnya agar bersiap-siap menyambut Ibu Kota Negara (IKN) dengan menyiapkan mentalnya.

Acara tersebut sendiri berlangsung 2 sesi. Sesi pertama yakni pukul 16.00-18.00 wita lalu di sesi kedua pada 20.00-22.00 wita, yang diikuti 300 peserta di Hotel Grand Victoria Samarinda, Jumat (6/12/2019).

Baca juga:  Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Kiai Aus Ingatkan Jasa dan Perjuangan Ulama

Sosialisasi bertema “Jangan Hilangkan Jasa Ulama (Jas Hijau)” tersebut, Kiai Aus menyatakan, pemerintah telah menetapkan Kaltim sebagai IKN yang pembangunannya akan dimulai tahun depan.

“Warga Kaltim hendaknya menunjukkan kesiapan secara mental sebagai warga calon Ibu Kota Negara yg berbudaya Pancasila, menjaga persatuan, keberagaman, dan semangat berbineka tunggal ika,” terangnya.

Di sesi yang lain, Kiai Aus mengakui kemerdekaan negara Indonesia merupakan mahakarya dari para pejuang bangsa yang mayoritas di antaranya merupakan ulama dan tokoh agama.

“Para pejuang itu bukan berkontribusi dalam pendidikan masyarakat, namun juga turut berkorban berdarah-darah bahkan banyak yang syahid berguguran di medan juang,” ungkapnya.

Kiai Aus juga menyinggung banyaknya upaya menghilangkan jejak perjuangan ulama dengan memanipulasi sejarah. Anggota Komisi II DPR ini membuktikan kalau sejarah perjuangan kemerdekaan telah dikaburkan oleh penjajah Belanda dengan ditemukan banyak fakta-fakta baru oleh sejarawan.

Baca juga:  Kronologi Lengkap Hilangnya Yusuf hingga Penemuannya di Sungai

Di sisa waktu terakhir, Kiai Aus membuka ruang tanya jawab dengan dialog yang dinamis tentang upaya aplikasi Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kekinian.

“Saya melihat antusias peserta yang sangat bersemangat mengikuti acara pendidikan kebangsaan ini. Semoga tak lupa sejarah dan kontribusi ulama serta menjaga mereka dari upaya kriminalisasi,” katanya.

[ADV | RWT | PAS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close