PT PLN (PERSERO)

Lewat Desa Berdaya Tanjung Seloka, PLN Perkuat Ekonomi dan Ekosistem Pesisir Kotabaru

Kaltim Today
12 Agustus 2026 09:06
Lewat Desa Berdaya Tanjung Seloka, PLN Perkuat Ekonomi dan Ekosistem Pesisir Kotabaru
Pelajar bersama masyarakat turut melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari aksi pelestarian lingkungan pesisir Desa Tanjung Seloka.

KOTABARU, Kaltimtoday.co - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (PLN UPP KLT 4) melanjutkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Tanjung Seloka di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Memasuki periode ketiga, program yang berlangsung di Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan ini bertujuan untuk menjawab tantangan lingkungan perairan sekaligus mendorong penguatan potensi ekonomi masyarakat pesisir.

Pelaksanaan program tahun ini diisi dengan edukasi mengenai dampak sampah plastik dan sampah rumah tangga, restorasi terumbu karang, serta penanaman mangrove yang melibatkan pelajar dan masyarakat setempat pada Selasa (11/8/2026).

Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, mengatakan bahwa keberlanjutan program menjadi poin penting dalam pelaksanaan Desa Berdaya Tanjung Seloka agar manfaatnya dapat berkembang sesuai kebutuhan warga.

"Memasuki periode ketiga, kami berharap Program Desa Berdaya Tanjung Seloka terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Tahun ini kami fokus pada lingkungan pesisir melalui edukasi pengelolaan sampah, restorasi terumbu karang, dan penanaman mangrove yang dilakukan bersama masyarakat dan pelajar," ujar Ismail.

Ismail menjelaskan bahwa kegiatan restorasi terumbu karang dan penanaman mangrove dilaksanakan dengan arahan akademisi Prof. Frans Tony dan tim sebagai ruang kolaborasi serta pembelajaran langsung bagi generasi muda.

Salah satu fokus utama dalam edukasi ini adalah pengelolaan sampah yang tepat, di mana masyarakat diajak memilah sampah organik dan residu sejak dari lingkungan rumah tangga.

Narasumber kegiatan, Dr. Rina Iskandar, S.Pi., M.S., menyampaikan bahwa pemilahan sampah organik seperti sisa sayur, kulit buah, hingga ampas kopi dapat diolah menjadi kompos menggunakan aktivator EM4.

"Pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita bisa mulai dari rumah dengan memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Kalau dilakukan bersama dan konsisten, kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga lingkungan pesisir tetap bersih," kata Rina.

Sementara itu, Yulius Kisworo, S.Pi., M.Si., dan Aminah, S.Pi., M.Pi., dari Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru turut menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai dampak bahaya sampah plastik dan limbah rumah tangga terhadap ekosistem perairan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Tim TJSL UPP KLT 4, Camat Pulau Laut Selatan, Pemerintah Desa dan Ketua BPD Tanjung Seloka, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, serta para pelajar setempat.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan akademisi, PLN berharap Program Desa Berdaya Tanjung Seloka dapat terus memperkuat kapasitas warga dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

[TOS | ADV]



Berita Lainnya