PT PLN (PERSERO)
Masuki Periode Ketiga, PLN Perkuat Ekosistem Pesisir via Program Desa Berdaya Tanjung Seloka
Kaltimtoday.co - PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (PLN UPP KLT 4) melanjutkan komitmen pemberdayaan masyarakat pesisir lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya di Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru. Memasuki periode ketiga, program ini menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal dan pelestarian ekosistem perairan.
Rangkaian aksi pelestarian lingkungan diisi dengan edukasi pengolahan limbah rumah tangga dan bahaya sampah plastik, restorasi terumbu karang, serta penanaman bibit mangrove yang melibatkan unsur masyarakat dan pelajar setempat.
Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, menyampaikan bahwa kesinambungan program menjadi prioritas utama perseroan dalam mendampingi masyarakat tapak.
"Memasuki periode ketiga, kami berharap Program Desa Berdaya Tanjung Seloka terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Tahun ini kami fokus pada lingkungan pesisir melalui edukasi pengelolaan sampah, restorasi terumbu karang, dan penanaman mangrove yang dilakukan bersama masyarakat dan pelajar," kata Ismail dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).
Dalam sesi edukasi pengelolaan limbah, akademisi perikanan Dr. Rina Iskandar, S.Pi., M.S., memaparkan metode pembuatan kompos organik skala rumah tangga menggunakan aktivator EM4. Sampah organik dapur seperti sisa sayur dan kulit buah dicacah dan diolah menjadi pupuk bernilai guna untuk mengurangi timbulan residu ke laut.
"Pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita bisa mulai dari rumah dengan memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Jika dilakukan bersama dan konsisten, kebiasaan sederhana ini menjaga pesisir tetap bersih," terang Rina.
Sebagai aksi pemulihan ekosistem laut, PLN UPP KLT 4 bersama warga dan pelajar menanam bibit mangrove dan melakukan transplantasi terumbu karang di bawah panduan Prof. Frans Tony bersama tim akademisi.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Camat Pulau Laut Selatan, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Seloka, serta kelompok pemerhati lingkungan setempat. Kolaborasi multisektor ini diharapkan memperkuat ketahanan ekologis wilayah pesisir Kotabaru secara berkelanjutan.
[RWT]
Related Posts
- Musim Kemarau Picu ISPA di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Debu
- Bantah Isu Mangkrak, OIKN: Kalau Masih Berdebu, Berarti Pembangunan Masih Jalan
- Kebakaran Hutan di Unmul Picu Penurunan Kualitas Udara
- Luas Kejadian Karhutla Kaltim Capai 1.500 Hektar, BPBD Soroti Potensi Unsur Kesengajaan
- Cara Monetisasi Blog WordPress dengan Native Advertising Network









