OpiniUncategorized

Mencermati Status Facebook Rektor ITK Budi Santosa Purwokartiko 

Oleh: Unu Nurahman (Guru Penggerak SMAN 1 Leuwimunding, Dosen FIB Unsap Sumedang, Jawa Barat)

Pernyataan kontroversial Rektor Institut Teknologi Kalimantan Budi Santosa Purwokartiko (BSP) selaku Pewawancara Beasiswa LPDP melalui akun facebook pada tanggal 27 April 2022 pukul 06.18 pagi dianggap menyinggung SARA dan pelecehan secara verbal. Tidak mengherankan BSP dilaporkan oleh Irvan Noviandana kepada Menkeu Sri Mulyani dan Dirut LPDP pada tanggal 30 Mei 2022.

Menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, publik di Indonesia dihebohkan oleh pernyataan kontroversial Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko (BSP) selaku pewawancara dalam proses seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui akun facebook. Tidak mengherankan dia dilaporkan kepada Menkeu Sri Mulyani dan Dirut LPDP Andin Hadiyanto pada tanggal 30 April 2022 oleh Irvan Noviandana. Hal ini mengundang tanggapan keras dari berbagai kalangan, bahkan Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta kepada Mendikbudristek untuk memberhentikan jabatannya.

Baca juga:  3 Anggota Dewan Positif Covid-19, Gedung DPRD Kaltim Ditutup Hingga 10 Agustus

Dalam status facebooknya, BSP menulis:” …tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagaianya. Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posisi-posisi di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang. Dan kebetulan dari 16 yang saya harus wawancara, hanya ada dua cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada dua tidak hadir. Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind…”

Seperti kita ketahui, menulis (writing) merupakan bagian dari keterampilan berbahasa (language skills) yang membutuhkan ketelitian. Bagaimana pun, tulisan akan mencerminkan pemahaman linguistik dan intelektualitas kita terhadap bahasa yang digunakan dan konten yang ingin disampaikan. Dalam status facebook di atas, ada beberapa hal kontroversial yang harus kita cermati terkait pilihan kata-kata kehidupan sesudah mati, kalimat Islami dan manusia gurun.

BSP secara tidak langsung memberikan apresiasi atau pujian terhadap aplikan beasiswa LPDP yang menjauhi pembahasan tentang hidup setelah kematian dan penggunaan kata-kata Islami insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya. Padahal agama Islam justru sangat menganjurkan hal tersebut. Islam mengajarkan adanya kehidupan setelah kematian yang terdiri dari alam barzah (alam kubur), hari kebangkitan, peristiwa Padang Mahsyar, hari penimbangan amal atau yaumul mizan, hari penghitungan amal atau yaumul hisab, jembatan shirathol mustaqim dan kehidupan kekal di surga dan neraka.

 

Di samping itu, BSP menganggap mahasiswi yang memakai penutup kepala (jilbab) sebagai manusia gurun. Hal ini tidak saja menyinggung SARA dan melecehkan secara verbal tetapi juga terkesan anti kebhinekaan. Sebagai seorang muslim, BSP justru seharusnya merasa bangga kepada mahasiswi berhijab, bukan sebaliknya, malah sepertinya underestimate. Memakai hijab bagi seorang muslimah merupakan bagian dari ajaran agama Islam yang berlaku universal tanpa adanya sekat geografis maupun etnografis.

Bangsa Indonesia dianugerahi keberagaman suku bangsa dan agama yang harus dihormati dan menumbuhkan rasa kebanggaan (sense of pride). Undang-Undang No 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme secara jelas memberi 4 kriteria radikalisme, yaitu anti Pancasila, anti Kebhinekaan, anti NKRI dan anti UUD 1945.

Kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan memang dijamin oleh konstitusi Indonesia tetapi tentunya dalam koridor tidak bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. KUHP pasal 156a secara tegas menyatakan sanksi pidana 5 tahun penjara bagi para pelaku penodaan agama.

 

Penggunaan kata-kata ganti cewek dan cowok mungkin karena mengangap situasinya informal patut disesalkan. Dilansir dari kompasiana.com (17/06/2015), Sarwo Sarojo mengutip pendapat Prof. Dr. Damardjati Soerpajar, Guru Besar Filsafat Timur UGM, bahwa istilah cowok-cewek berasal dari kata cewok atau cebok. Kata tersebut bermakna daerah kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Pemakaian kata tersebut terkesan merendahkan orang karena merujuk kepada daerah kelamin saja. Padahal manusia memiliki tiga komponen penggerak yaitu pikiran (mind), perasaan (feeling) dan nafsu (lust). Oleh karena itu, sebaiknya dihindari dan menggunakan kata mahasiswa dan mahasiswi secara konsisten.

Tidak diragukan lagi, BSP adalah akademisi yang sangat paham bahasa Inggris. BSP menamatkan S-2 dan S-3 di Universitas Oklahoma, Amerika Serikat. Akan tetapi mungkin tanpa sadar, BSP menuliskan frasa bahasa Inggris yang tidak tepat yaitu openmind. Apabila kita membuka kamus Oxford ataupun MerriamWebster, kita akan menemukan kata open-minded (berpikiran terbuka /kata sifat), open-mindedly (dengan pikiran terbuka/kata keterangan) dan open-mindedness (keterbukaan pikiran/kata benda abstrak).

Baca juga:  Dana Kelurahan Dihapus, Serius Mau Hadapi Pandemi?

Merujuk kepada kata sebelumnya (otaknya…), harus diikuti kata sifat sehingga frasa open-minded jelas lebih tepat. Dalam bahasa Inggris, kata sifat dapat dibentuk dari kombinasi kata sifat dan kata benda atau frasa kata benda dengan menambahkan berakhiran -ed yang disebut dengan kata sifat kepunyaan (possessional adjectives) serta pada umumnya dipisahkan oleh tanda hubung (-) seperti open-minded. broad-minded, dan broken-hearted. Menurut MerriamWebster, frasa open-minded mulai digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1748

Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga kepada siapapun untuk lebih hati-hati dalam memberikan pernyataan baik secara lisan mapun tulisan. Seperti kata peribahasa “Siapa menabur angin maka dia akan menuai badai“. Sebagai seorang yang well-educated, BSP sudah seharusnya mengakui, meminta maaf secara tulus, dan bertanggungjawab atas kesalahannya sehingga polemik ini dapat segera berakhir.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker