Samarinda

Pasca Kecelakaan Maut di Gunung Manggah, Truk yang Melintas akan Dibatasi

Kaltimtoday.co, Samarinda – Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir tepatnya di Gunung Manggah memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas. Apalagi pada kejadian teranyar, empat nyawa sekaligus melayang pada Kamis (30/1/2020) silam, akibat kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan roda enam alias truk.

Agar kejadian serupa tak kembali terulang, tentu kejadian teranyar ini menyita perhatian banyak instansi pemerintah setempat. Alhasil, kedepannya aturan atau pembatasan lalu lintas kendaraan roda enam atau lebih akan mulai diberlakukan.

Baca juga:  Pastikan Penyebab Kecelakaan Maut di Gunung Manggah, Polda Kaltim Turun Tangan

Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samarinda Ismansyah, kendaraan besar tidak lagi boleh melintas dari pukul 05.00-22.00 Wita. Apabila ada yang membandel, pihak Dishub akan menggiring pelanggaran para sopir truk kepada sanksi tilang.

“Paling tidak kalau ketemu kendaraan berat langsung ditindak,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Untuk menyukseskannya, kata Ismansyah, di sepanjang jalur, khususnya titik rawan kecelakaan akan diberi titik awas masing-masing bagi setiap petugas.

Baca juga:  Diduga Rem Blong, Truk Pasir Seruduk Tiga Sepeda Motor, Empat Orang Dikabarkan Tewas

“Sudah kami siapkan buat pengawasannya,” imbuhnya.

Rencananya, wacana tersebut akan kembali dibahas, Selasa (4/2/2020) besok, bersama jajaran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda.

“Sebelum diterapkan, kami akan hearing dulu,” pungkasnya.

[JRO | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker