Samarinda

Pemkot Samarinda dan BBPOM Sidak Kantin Sekolah, Begini Kriteria Kantin Sehat Menurut BPOM

Diah Putri — Kaltim Today 13 Juni 2023 12:46
Pemkot Samarinda dan BBPOM Sidak Kantin Sekolah, Begini Kriteria Kantin Sehat Menurut BPOM
Ilustrasi Kantin Sekolah Sehat. (Shutterstock)

Kaltimtoday.co - Pemkot Samarinda dan BPOM baru saja melakukan sidak makanan di kantin sekolah SMPN 21 Samarinda pada Senin (12/6/2023) kemarin. Kegiatan ini termasuk dalam rangka perilisan program inovasi JAS EMAS (Jajanan Anak Sekolah Edukasi Massive) dan Kampanye Sekolah Sehat.

Kepala Balai Besar POM Samarinda, Sem Lapik, turut hadir dalam agenda tersebut. Ia juga menjelaskan tiga jenis bahaya yang ada pada makanan agar siswa bisa lebih berhati-hati dalam membeli makanan.

Pada 2013, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, guru, serta pengelola kantin sekolah dalam penyediaan PJAS yang sesuai. PJAS yang sesuai bersifat aman, bermutu, dan bergizi.

Lantas, apa saja kriteria kantin sekolah sehat menurut BPOM? Simak informasi selengkapnya!

1. Menyediakan makanan yang aman

Kantin harus menyediakan makanan yang aman terbebas dari tiga jenis bahaya makanan, yaitu bahaya biologi, bahaya fisik, dan bahaya kimia. Bahaya biologi dan fisik dapat dengan mudah diidentifikasi lewat aroma (tidak bau tengik dan asam) dan adanya jamur pada makanan. 

Sementara, bahaya kimia harus diuji terlebih dahulu di laboratorium untuk bisa terdeteksi. 

Penjual harus memastikan agar makanan yang dijual dimasak matang dan diolah dengan baik. Serta, penjual harus dalam keadaan sehat dan bersih beserta dengan tempat jualnya.

2. Menjaga kebersihan

Pihak sekolah harus mengimbau siswa untuk selalu mencuci tangan sebelum makan untuk terhindar dari kuman atau bahan berbahaya. Serta, setidaknya mencuci peralatan makan dengan air terlebih dahulu atau menggunakan lap/tisu kering.

3. Produk makanan berlabel jelas

Perhatikan label makanan secara teliti terkait nama jenis produk, tanggal kadaluarsa produk, komposisi dan informasi nilai gizi (jika ada). 

Apabila memilih makanan dalam kemasan dan berlabel, usahakan yang memiliki nomor pendaftaran (P-IRT/MD/ML). Namun, jika tidak berlabel (lemper, lontong, donat, dll), usahakan pilih kemasan dalam kondisi baik.

4. Siswa mampu membaca komposisi nilai gizi 

Usahakan baca label informasi komposisi nilai gizi di kemasan untuk setiap jenis pangan siap saji dan kemasan, agar siswa tahu nilai gizi pada makanan seperti kalori, total lemak, kolesterol, protein, karbohidrat, vitamin, dan lainnya.

5. Menyediakan air minum yang sehat

Kantin harus menyediakan minuman sehat, seperti air mineral, susu, jus, dan sport drink.

6. Hindari menjual makanan dan minuman yang berwarna mencolok

Hindari menjual makanan dan minuman yang berwarna mencolok, serta berperisa terlalu asin, manis, asam atau aroma yang tengik yang mampu merugikan kesehatan siswa.

7. Hindari menjual minuman yang beraroma dan berwarna

Hindari menjual minuman yang berwarna dan beraroma seperti minuman ringan dan berperisa.

8. Batasi penjualan cemilan (makanan ringan)

Batasi penjualan cemilan karena umumnya mengandung rendah serta dan garam/natrium yang tinggi, seperti keripik kentang.

9. Batasi penjualan makanan cepat saji (fast food)

Batasi penjualan fast food. Konsumsi secara berlebih bisa menyebabkan obesitas. Makanan ini umumnya mengandung garam dan lemak yang tinggi serta rendah serta. Seperti, kentang goreng, burger, ayam goreng tepung, dan pizza.

10. Perbanyak persediaan makanan berserat

Memperbanyak persedian makanan berserat, yaitu buah dan sayur. Seperti makanan tradisional yang tinggi serta rujak, gado-gado, karedok, urap, pecel,  dan lainnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya