HeadlineKaltim

Pemprov Kaltim Matchmaking dengan Pemprov Jabar, Dorong Pengembangan Infrastruktur Digital Dunia Usaha

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kaltim, yang ditunjang melalui berbagai macam sektor seperti infrastruktur digital, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim menilai perlu adanya kegiatan optimalisasi penanaman modal antar-daerah.

Hal itu diwujudkan DPMPTSP Kaltim matchmaking atau fasilitas kemitraan usaha sebagai media mengintegrasikan berbagai pihak. Baik pemerintah maupun swasta.

Baca juga:  Virus Corona Akibatkan Rasisme dan Diskriminasi Terhadap Etnis China Meningkat

Khusus swasta, mencakupi pelaku usaha perusahaan, UMKM, serta investor, untuk membahas setiap aspek perencanaan dan pelaksanaan dalam kegiatan penanaman modal.

Kegiatan matchmaking ini berlangsung pada Rabu, 9 September 2021 lalu. DPMPTSP Kaltim menggandeng DPMPTSP Jawa Barat untuk membahas pengembangan infrastruktur teknologi berbasis fasilitas penunjang kerja dan pengembangan bisnis atau Co-Working Space.

Baca juga:  5 Fakta Sindikat Pemalsuan Surat Vaksin dan PCR Palsu Terungkap di Bandara APT Pranoto Samarinda

Kegiatan meliputi laporan kepanitiaan disampaikan oleh Kabid Promosi Penanaman Modal Noer Adenany, dilanjutkan Pembukaan langsung oleh Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto, dilanjutkan sesi pemaparan dimoderatori oleh Kabid Promosi Noer Adenany, menghadirkan narasumber Noneng Komara Nengsih, SE, MAP selaku Kepala DPMPTSP Jabar, dan Managing Director AYKA Indonesia, Andi Ahmad Zabil Al Ichsan.

Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto menerangkan, alasan pihaknya memilih Jawa Barat (Jabar) karena provinsi tersebut memiliki iklim investasi tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya ingin mengadopsi dan mengembangkan strategi yang diterapkan oleh Jabar.

Baca juga:  Narkoba Semakin Marak Selama Pandemi Covid-19, Kemenpora Latih 3.400 KIPAN

“Selain itu kami juga ada MoU atau nota kesepahaman dengan mereka (Jabar). Inilah bentuk implementasinya. Kami melihat mereka berhasil mengembangkan UMKM. Kami akan mencoba menerapkan hal serupa agar UMKM di Kaltim dapat bersaing,” ucap Puguh yang ditemui usai kegiatan.

DPMPTSP Kaltim selaku fasilitator, sebut Puguh, ingin menjembatani antara pelaku usaha besar dan kecil untuk berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis. Selain itu, peran stakeholder lain juga penting untuk membantu memberikan inovasi dan kreativitas agar UMKM mampu bersaing.

Baca juga:  Hetifah dan Golkar Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum di Kaltim

Matchmaking mengambil tema “Pengembangan Infrastruktur Digital Antar Stakeholders Dunia Usaha” dengan penekanan pada:

  1. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi  dan sistem digitalisasi dalam kegiatan pemerintah dan swasta/ dunia usaha untuk peningkatan investasi dan perekonomian daerah.
  2. Sharing pengalaman dan kebutuhan dunia usaha kedepannya yang bergerak di bidang maupun yang memanfaatkan teknologi dan atau sistem digitalisasi.
Baca juga:  Kritik Isran Noor, BEM FISIP Unmul Beri Gelar 'The King of Comedy'

Kegiatan tersebut mengundang sejumlah stakeholder terkait di lingkungan Pemprov Kaltim, DPMPTSP Kab/Kota se-Kaltim, sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jabar, Kadin Kaltim, Hipmi Kaltim, Kadin Jabar, Hipmi Jabar, AYKA Indonesia dan para pelaku usaha kreatif di kaltim.

[MA | TOS | DISKOMINFO KALTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close