Kaltim

Perdebatan Akademis Soal Pemindahan IKN ke Kaltim Berantakan Akibat Pernyataan Edy Mulyadi

Kaltim Today
25 Januari 2022 12:54
Perdebatan Akademis Soal Pemindahan IKN ke Kaltim Berantakan Akibat Pernyataan Edy Mulyadi
Infografis kritik akademis jadi berantakan gara-gara pernyataan Edy Mulyadi.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah angkat bicara soal pernyataan Edy Mulyadi, yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak.

Herdiansyah Hamzah menilai, argumentasi Edy Mulyadi yang menolak pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim sangat lemah. Sehingga cenderung liar. Apalagi ditambah uraian yang tidak perlu, seperti jin buang anak, kuntilanak, genderuwo, dan lain sebagainya.

Padahal jika dikuliti secara serius, menurut dosen dari Fakultas Hukum Unmul itu, argumentasi yang selama ini dibangun mengenai penolakan IKN sudah sangat memadai.

"Pernyataan Edy Mulyadi sangat disayangkan. Perdebatan akademis mengenai IKN justru berbelok ke sentimen identitas primordial," ujar pria yang akrab disapa Castro tersebut.

Castro juga menilai, respon banyak pihak terkait pernyataan Edy Mulyadi bisa dimaklumi. Tapi sulit dipahami jika dibandingkan dengan reaksi terhadap perampasan tanah adat yang dilakukan oleh korporasi selama ini.

Infografis kritik akademis jadi berantakan gara-gara pernyataan Edy Mulyadi.
Infografis kritik akademis jadi berantakan gara-gara pernyataan Edy Mulyadi.

"Begitu banyak tanah adat yang dirampas, tapi respon publik minim," ungkap dia.

Castro menyebut, selama ini banyak konflik lahan di Kaltim yang minim mendapat respon publik. Misal di Long Isun, Bentian, Long Bentuq, dan lainnya.

Bagi Castro, perampasan tanah adat itu adalah bentuk penghinaan terbesar terhadap masyarakat Kaltim yang semestinya dilawan dengan solidaritas.

Terlepas dari framing atau bukan, yang pasti video viral Edy Mulyadi telah mengalihkan isu dan perdebatan akademis mengenai IKN.

Tak hanya itu, situasi ini juga dia nilai menguntungkan kelompok oligarki. Lapak bisnis IKN mereka jalan terus. Sementara, warga yang berkonflik.

Perdebatan akademis soal IKN, menurutnya, berantakan gara-gara video viral dari Edy Mulyadi.

"Sekarang justru bergeser ke sentimen identitas primordial. Kelompok oligarki tertawa terbahak-bahak, lapak bisnis IKN menjadi aman. Mereka berpesta pora, rakyat yang dibiarkan berkonflik. Keterlaluan!" ucapnya.

Dia berharap perdebatan mengenai pemindahan IKN ke Kaltim dapat dikembalikan ke jalurnya secara akademis.

"Itulah liciknya kelompok oligarki ini, mereka menumpang menggunakan isu identitas primordial untuk memgalihkan isu sekaligus menutup ruang perdebatan akademis mengenai IKN. Keterlaluan memang," tutupnya.

[TOS]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Related Posts


Berita Lainnya