Daerah

Pesawat Hercules TNI AU Angkut 12,9 Ton Bantuan Pompa Karhutla ke Kaltim

Network — Kaltim Today 26 Agustus 2026 21:51
Pesawat Hercules TNI AU Angkut 12,9 Ton Bantuan Pompa Karhutla ke Kaltim
Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara tiba di Lanud Dhomber Balikpapan membawa 12,9 ton bantuan penanganan karhutla di Kalimantan Timur, Rabu 26 Agustus 2026. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Pesawat Hercules A-1337 milik TNI Angkatan Udara mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.15 WITA. Pesawat angkut militer tersebut membawa sebanyak 12,9 ton logistik bantuan pemerintah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Benua Etam. 

Bantuan yang tiba mencakup 39 unit mesin pompa air beserta perlengkapan pendukungnya dari Kementerian Pertanian guna menyuplai air ke titik-titik pemadaman yang sulit dijangkau.

Bantuan peralatan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis/Muzafar kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur.

Pangkogabwilhan II menjelaskan, pengiriman unit mesin pompa ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian dengan target total pasokan sebanyak 100 unit.

"Bapak Presiden melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa pompa untuk membantu memadamkan api, di mana bantuan pompa ini totalnya 100 unit dari Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Pertanian," jelasnya, Rabu (26/8/2026). 

Sebelumnya, sebanyak 25 unit pompa dari Kementerian Pertahanan telah tiba lebih awal pada Selasa (25/8/2026). Adapun Kementerian Pertanian menyiapkan total 75 unit pompa yang dikirimkan secara bertahap, termasuk 39 unit yang tiba pada hari Rabu. 

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyampaikan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura terkait mekanisme distribusi unit di lapangan. Mengingat spesifikasi teknis mesin pompa awalnya diperuntukkan bagi irigasi pertanian, pemanfaatannya akan dipadukan untuk kebutuhan pembasahan lahan gambut dan pemadaman titik api.

"Kami sudah berdiskusi, karena desain pompa ini untuk pertanian, kami kombinasikan antara penanganan titik api dengan kondisi kawasan pertanian di lapangan," ungkap Buyung.

BPBD Kaltim menegaskan pendistribusian mesin pompa akan diprioritaskan bagi wilayah dengan eskalasi karhutla paling tinggi, khususnya Kabupaten Paser, Kabupaten Berau, dan Kabupaten Kutai Barat yang akan memperoleh porsi bantuan lebih besar dibanding daerah lainnya. 

[RWT]  



Berita Lainnya