Kukar

Plt Dirut RSUD AM Parikesit Jelaskan Pihak Keluarga yang Ingin Ambil Jenazah Covid-19 Hanya Salah Paham

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUD Aji Muhammad Parikesit (RSUD AMP), dr. Martina Yulianti menjelaskan bahwa, ketegangan yang terjadi akibat keinginan pihak keluarga membawa pulang jenazah hanya karena kesalahpahaman saja.

Dia mengatakan, jenazah sempat diswab dua kali, yang pertama negatif, kemudian swab kedua pada 9 November jenazah terkonfirmasi positif Covid-19. Karena kondisi menurun, akhirnya almarhum meninggal dunia sekitar jam 10. Sehingga, tahap selanjutnya adalah dilakukan pemakaman sesuai dengan tata cara Covid-19.

Baca juga:  Tim Percepatan Penyelesaian Aset Kampus Unikarta Dibentuk

Yuli menambahkan, sebenarnya pihak keluarga inti sudah dijelaskan dan memang ada pertanyaan dan sudah terjawab sehingga kondisi sudah kondusif. Namun, ada keluarga pasien yang datang dan mungkin miskomunikasi sehingga terjadi kesalahpahaman.

“Mungkin tadi ada kesalahpahaman,” ujar Yuli, sapaan akrabnya saat mengonfirmasi kepada Kaltimtoday.co, Rabu (11/11/2020).

Dalam rangka penegakan dianogsis pada pasien suspect, almarhum memiliki gejala klinis yang sangat jelas ke arah Covid-19. Pada pasien suspect, lanjut dia, harus dilakukan swab dua kali dengan jarak 1 kali 24 jam, selanjutnya dilakukan pemeriksaan konfirmasi.

Baca juga:  Ingin Bawa Pulang Jenazah Covid-19, Pihak Keluarga dan Tenaga Medis Sempat Bersitegang

Ketika tes swab kedua, ternyata hasilnya positif Covid-19, karena pihak medis berpatokan pada klinis dan klinis menunjukan gejala ke arah Covid-19, dan diperkuat hasil swab kedua maka hasil tersebut adalah keputusannya.

“Jadi permasalahan sudah jelas karena ada miskomunikasi saja,” ujar Yuli.

Selain itu, pihaknya sangat mengapresiasi pihak keluarga karena kooperatif dan bersedia jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan.

[SUP | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker