Kaltim

Ranitidin Picu Kangker, Peredarannya di Kaltim Langsung Ditarik

Kaltimtoday.co, Samarinda – Berdasarkan surat edaran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) per 17 September 2019 lalu, jika peredaran obat generik maupun yang non generik mengandung senyawa kimia bernama Ranitidin, perlu kehati-hatian ekstra karena diketahui bisa memicu penyakit kangker.

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, sembari melakukan kajiannya, BPOM Kaltim-tara juga membuat tembusan tersebut ke seluruh tenaga kesehatan di wilayah pengawasannya.

Baca juga:  Picu Kanker, BPOM Larang Peredaran Obat Asam Lambung Ranitidin

“Yang diwaspadai dan ditarik peredarannya adalah obat yang mengandung 96 nanogram cemaran NDMA (Nitrosodimethylamine) nya,” ungkap Kepala BPOM Kaltim-tara, Leonard Duma saat dijumpai diruang kerjanya.

Dalam surat edaran BPOM RI, diketahui ada lima jenis obat mengandung ranitidin yang tercemar Nitrosodimethylamine (NDMA) lebih dari 96 nanogram.

– Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL yang diedarkan oleh PT Phapros Tbk. Nomor Bets Produk Beredar obat ini adalah 95486 160 s/d 190, 06486 001 s/d 008, 16486 001 s/d 051 dan 26486 001 s/d 018.

– Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL yang diedarkan PT Glaxo Wellcome Indonesia. Detail Nomor Bets Produk Beredar obat ini ialah GP4Y, JG9Y dan XF6E.

– Rinadin Sirup 75 mg/5mL yang diedarkan oleh PT Global Multi Pharmalab. Data Nomor Bets Produk Beredar obat ini adalah 0400518001, 0400718001 dan 0400818001.

– Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL yang diedarkan PT Indofarma. Nomor Bets Produk Beredar obat ini ialah BF171008

– Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL yang diedarkan PT Indofarma. Detail Nomor Bets Produk Beredar obat ini ialah BF171 009 s/d 021.

Tidak hanya membuat surat yang ditujukan kepada pihak terkait. Namun pengumuman melalui website resmi BPOM juga telah dilaksanakan. Agar masyarakat bisa mengetahuinya secara pasti di era keterbukaan informasi seperti saat ini.

“Dari hasil kajian lima daftar yang dikeluarkan pusat. Hanya ada satu di Kaltim-Kaltara yang terdeteksi penyebarannya,” imbuhnya.

Obat itu berada pada urutan nomor tiga. Yakni, Rinadin Sirup 75 mg/5mL yang diedarkan oleh PT Global Multi Pharmalab. Data Nomor Bets Produk Beredar obat ini adalah 0400518001, 0400718001 dan 0400818001. Penyebarannya pun saat ini sudah langsung ditarik kembali oleh pihak distributor, karena masih merupakan tanggungjawab mereka.

Tidak hanya itu, kata Leo -sapaan akrab Leonard Damu, pihaknya juga telah bersurat kepada seluruh distributor obat untuk bersikap lebih pro aktif. Dengan cara melakukan pengujian secara mandiri terhadap obat yang mereka distribusikan ke berbagai daerah.

“Apabila ada temuan baru, kami harap bisa langsung dilakukan penarikan,” ucapnya.

“Karena obatnya ini kategori keras. Pemakaiannya berdasarkan resep dokter. Nah, ini yang sering keliru di masyarakat kita. Membeli dan menkonsumsi tanpa pengawasan dokter,” sambungnya.

Dalam kandungan ranitidin, terdapat senyawa kimia bernama nitrosamin yang disebut menjadi penyebab kangker. Hanya saja, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena ada sisi lain dari nitrosamin yang juga diperlukan bahkan bisa diproduksi secara mandiri oleh tubuh manusia. Mengkonsumsi dalam kurun waktu lama serta dengan dosis berlebihan lah yang menjadi pemicu penyakit kangker di tubuh seseorang.

“Perlu diantisipasi tapi jangan terlalu takut. Nitrosamin tidak selalu harus menjadi penyebabnya,” pungkasnya.

[JRO | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close