Gaya Hidup

Sering Diabaikan, Apoteker Kini Jadi Garda Terdepan Deteksi Kerusakan Saraf Pasien Diabetes

Kaltim Today
26 April 2026 08:11
Sering Diabaikan, Apoteker Kini Jadi Garda Terdepan Deteksi Kerusakan Saraf Pasien Diabetes
Ilustrasi

Kaltimtoday.co - Neuropati perifer (NP) atau kerusakan saraf tepi kini menjadi ancaman serius bagi pasien diabetes di kawasan Asia Pasifik. Data menunjukkan satu dari dua pasien diabetes mengalami komplikasi ini, namun ironisnya, hingga 80% kasus sering kali tidak terdiagnosis karena gejalanya yang dianggap sepele.

Kondisi ini ditandai dengan kesemutan, mati rasa, sensasi terbakar, hingga nyeri seperti tertusuk jarum pada tangan dan kaki. Jika dibiarkan, NP dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis. Menanggapi hal tersebut, para pakar farmasi Asia Pasifik bersama P&G Health meluncurkan pedoman khusus bagi apoteker komunitas untuk mempercepat deteksi dini.

Prevalensi Tinggi di Indonesia

Ketua penulis pedoman sekaligus Profesor di University of the Philippines, Yolanda R. Robles, menyebutkan bahwa prevalensi neuropati perifer di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi, yakni 58%. Angka ini setara dengan Filipina dan jauh di atas Malaysia (54%) maupun Singapura (28%).

"Sebagai tenaga kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker diharapkan dapat mengenali gejala NP lebih dini dan memberikan arahan tepat sebelum kondisi pasien memburuk," jelas Robles.

Apotek kini tidak hanya menjadi tempat menebus obat, tetapi juga menjadi titik pertama skrining bagi masyarakat. Hal ini sangat relevan di Indonesia, di mana akses dokter di beberapa wilayah mungkin masih terbatas.

Mengenal Metode MEDIC untuk Deteksi Dini

Untuk mempermudah identifikasi risiko tanpa mengganggu alur kerja apotek, pedoman ini memperkenalkan mnemonik MEDIC. Metode ini membantu apoteker menyaring pasien berisiko tinggi melalui lima faktor utama:

  • M (Medication): Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • E (Elderly): Faktor usia lanjut.
  • D (Diabetes): Riwayat penyakit gula.
  • I (Infection): Adanya infeksi tertentu.
  • C (Chronic): Kondisi penyakit kronis lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami informasi seputar manajemen diabetes dan pencegahan komplikasi saraf lainnya, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkesmenggala.org. Kesadaran akan gejala awal adalah kunci untuk menghindari kecacatan permanen.

Edukasi Vitamin B Neurotropik

Selain skrining, apoteker berperan penting dalam memberikan edukasi terkait terapi vitamin B neurotropik (B1, B6, dan B12). Dr. Kenny James P. Merin menekankan pentingnya dosis terapeutik yang tepat, karena praktik swamedikasi yang asal-asalan sering kali tidak memberikan hasil optimal.

Pedoman ini juga menekankan pentingnya evaluasi berkala setiap 3–6 bulan dan kolaborasi erat antara apoteker dengan dokter. Dengan perubahan pendekatan dari reaktif menjadi proaktif, diharapkan jemaah atau pasien diabetes dapat mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik dan terhindar dari komplikasi lebih lanjut.



Berita Lainnya