Gaya Hidup
Tak Harus Selalu ke RS, Gejala ISPA Ringan Ternyata Bisa Ditangani di Rumah
Kaltimtoday.co - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan yang sering muncul di tengah cuaca panas dan perubahan cuaca mendadak belakangan ini. Meski mengganggu, sebagian besar gejala ISPA kategori ringan ternyata dapat ditangani secara mandiri tanpa harus langsung ke rumah sakit.
Gejala awal ISPA biasanya meliputi gangguan pada saluran napas atas, seperti hidung tersumbat, tenggorokan kering, suara serak, hingga batuk ringan. Penanganan utama di rumah difokuskan pada pemulihan stamina dan menjaga kelembapan saluran napas.
"Pada dasarnya sebagian besar memang bisa ditangani di rumah dengan istirahat dan minum air hangat,” ujar dr. Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Sabtu (18/4/2026).
Dokter Tjandra menyarankan penderita untuk memperbanyak konsumsi cairan agar saluran pernapasan tidak kering. Selain minum, menghirup uap air hangat secara alami tanpa tambahan obat juga sangat efektif untuk membantu meredakan keluhan di tenggorokan dan hidung.
Terkait penggunaan obat-obatan, penderita diperbolehkan mengonsumsi penurun panas atau pereda batuk yang dijual bebas. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat antibakteri atau antivirus tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Masyarakat juga perlu mengenali batas waktu penanganan mandiri. Jika gejala tidak membaik setelah tiga hari, atau justru disertai penurunan kondisi tubuh secara drastis, segera cari bantuan medis profesional.
Untuk edukasi lebih lanjut mengenai penanganan penyakit menular dan layanan kesehatan masyarakat, informasi lengkap dapat diakses melalui laman poltekkesmuntok.org. Kesadaran akan deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Waspadai pula jika keluhan mulai menyerang saluran napas bawah. Gejala seperti batuk yang terasa dalam, nyeri dada, hingga sesak napas yang cepat bisa menjadi indikasi awal pneumonia.
"Jika sudah ada nyeri dada atau napas jadi cepat, segera berobat ke pusat kesehatan terdekat," tegas dr. Tjandra. Langkah cepat ini krusial untuk memastikan infeksi tidak merusak jaringan paru-paru dan membahayakan nyawa.
Related Posts
- Ini Aturan Baru BPJS Kesehatan Juni 2026 yang Perlu Kamu Ketahui
- Jemaah Haji Meninggal Capai 240 Orang, Pemerintah Pergetat Evaluasi Layanan Kesehatan
- Targetkan Stunting Turun Jadi 12,5 Persen, Pemkot Bontang Optimalkan Peran Kader Posyandu
- Tekan Stunting, Wawali Agus Akan Datangi Warga yang Tak Hadir Operasi Timbang Serentak
- WHO Desak Indonesia Larang Vape dan Segera Terapkan Kemasan Rokok Bergambar









