Internasional

Terdampak Asap Karhutla Kalimantan, Udara di Malaysia Masuk Level Mengkhawatirkan

Network — Kaltim Today 02 September 2026 16:43
Terdampak Asap Karhutla Kalimantan, Udara di Malaysia Masuk Level Mengkhawatirkan
Kualitas udara di sejumlah wilayah di Malaysia masuk dalam kategori tidak sehat mengkhawatirkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Pemerintah Negara Bagian Sabah, Malaysia, resmi mengaktifkan Pusat Komando Operasi Bencana Negara (PKOB) serta unit PKOB di tingkat distrik, meliputi Kota Kinabalu, Keningau, dan Papar. Kebijakan darurat ini diberlakukan setelah indeks pencemaran udara (Air Pollutant Index/API) di wilayah tersebut melonjak ke level tidak sehat akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas batas dari Kalimantan, Indonesia.

Ketua Komite Penanggulangan Bencana Negara sekaligus Sekretaris Negara Sabah, Datuk Zainudin Aman, mengonfirmasi bahwa sebaran kabut asap telah memicu penurunan kualitas udara yang mengkhawatirkan di berbagai kawasan Sabah. 

Berdasarkan data pemantauan stasiun lingkungan per Selasa (1/9/2026), angka API tercatat menyentuh 177 di Kota Kinabalu, 153 di Tawau, 165 di Keningau, serta 166 di Kimanis dan Papar. Sementara itu, pemantauan di kawasan Politeknik Kota Kinabalu berada pada level 153.

“Ketua Menteri Datuk Seri Hajiji Noor telah menerima laporan bahwa lonjakan API ini dipicu oleh arah pergerakan angin menuju Sabah. Kondisi ini diproyeksikan akan terus bertahan selama belum terjadi curah hujan yang signifikan di wilayah Kalimantan,” ungkap Datuk Zainudin dalam keterangan resminya, dikutip dari Malay Mail, Rabu (2/9/2026).

Mengacu pada Rencana Aksi Kabut Asap Nasional Malaysia, capaian parameter API tersebut menetapkan wilayah terdampak ke dalam status kewaspadaan tingkat 1A. Otoritas setempat menginstruksikan penghentian seluruh kegiatan belajar-mengajar di luar ruangan, penundaan aktivitas ekstrakurikuler serta kompetisi olahraga, serta intensifikasi pengawasan terhadap emisi industri dan area pembuangan sampah.

Jika angka API menembus ambang batas 200, seluruh agenda seremonial resmi pemerintah di luar ruangan akan dibatalkan serta aktivitas belajar tatap muka di sekolah akan dialihkan sepenuhnya secara daring dari rumah. Adapun deklarasi status darurat bencana kabut asap nasional baru akan diberlakukan apabila indeks pencemaran menyentuh level 500.

Sebagai langkah spiritual bersama, pemerintah negara bagian mengimbau pelaksanaan salat istisqa di setiap distrik bagi umat Muslim, serta mendorong pemeluk agama lain menggelar doa keselamatan di rumah ibadah masing-masing demi memohon perlindungan dari ancaman bencana kabut asap.

[RWT] 



Berita Lainnya