Samarinda

Tetap Ikuti Edaran Wali Kota, Disdag Samarinda: Pasar dan Mal Tutup Itu Silakan Saja

Kaltimtoday.co, Samarinda – Hari pertama Kaltim Steril dimulai pada Sabtu (6/2/2021). Beberapa titik jalan di Samarinda memang terlihat lengang. Pun dengan salah satu pasar tradisional seperti Pasar Segiri.

Berdasarkan pantauan Kaltimtoday.co tadi pagi, masih ada beberapa pedagang yang berjualan. Namun sejumlah lapak yang tutup juga terlihat. Pembeli pun nampak tak begitu ramai di pasar induk tersebut.

Baca juga:  Pasar Segiri Tetap Buka, Pedagang: Sehari Tidak Jualan, Mau Makan Apa?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas menyebutkan bahwa, hingga saat ini pihaknya masih mengikuti surat edaran Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang nomor 360/1629/300.07 yang dikeluarkan pada 3 Februari lalu dan berlaku hingga 10 Februari 2021.

“Sampai sekarang, surat edaran wali kota itu belum dicabut. Arahannya sesuai dengan edaran saja, jadi kami laksanakan. Sudah disebar ke pasar dan mal. Kalau ada pasar yang tutup, itu lain. Silakan,” ungkap Marnabas saat dihubungi melalui WhatsApp pada Sabtu (6/2/2021).

Marnabas menegaskan, pihaknya pun masih menunggu seandainya ada kebijakan baru dari wali kota. Sebab Disdag Samarinda akan melaksanakan perintah jika ada aturan.

“Kalau ada pasar yang tutup, itu tutup sendiri. Pasar Kemuning, Baqa, Bengkuring, Lok Bahu tutup. Kalau Pasar Merdeka hanya 20 persen yang berjualan. Pembelinya juga tidak ada. Terpenting itu output-nya,” lanjut dia.

Tak hanya pasar tradisional, untuk pusat perbelanjaan modern seperti mal disebutkan Marnabas juga ada beberapa yang tutup. Contohnya Mesra Indah dan SCP. Hal tersebut dipersilakan saja.

Sejauh ini, Disdag Samarinda menyampaikan imbauan saja kepada pelaku usaha dan pedagang, sembari menunggu edaran terbaru jika ada.

“Disdag Samarinda berdasarkan surat edaran wali kota yang ada. Kalau ada petunjuk selanjutnya, ya kami ikuti lagi. Itu saja intinya. Jadi tidak repot, kasihan masyarakat sampai panic buying. Tidak perlu kita permasalahkan tutup-bukanya pasar,” tegas Marnabas.

Terpisah, Asisten I Pemkot Samarinda, Tejo Sutarnoto menjelaskan bahwa, Satgas Covid-19 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda sudah membuat konsep edaran. Namun masih diajukan dan dipelajari oleh wali kota sehingga belum diteken.

“Samarinda sebelumnya kan sudah buat edaran. Kaltim Steril sementara ini hanya 2 hari, 6-7 Februari 2021. Tapi kami tetap imbau bisa tutup. Terbukti sebagian besar pasar tutup. Kurang lebih 30 persen di Pasar Pagi dan Segiri masih ada yang jualan,” ungkap Tejo kepada awak media.

Baca juga:  Kemenkeu Pastikan Besaran Insentif untuk Tenaga Kesehatan 2021 Tidak Berubah

Mal, toko, rumah makan, dan cafe juga ditutup sementara. Terlebih lagi, aktivitas masyarakat sangat sedikit. Dijelaskan Tejo, Pemkot Samarinda bersama Danrem, Polres, Kodim, Danpom, dan OPD terkait berhasil mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Sudah luar biasa dalam waktu sehari bisa mengkondisikan seperti yang tadi kami pantau,” pungkas Tejo.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close