Kaltim

Vaksinasi Guru dan Siswa Masih Rendah, PTM SMA/SMK Digelar di Semester Depan

Kaltim Today
15 November 2021 14:18
Vaksinasi Guru dan Siswa Masih Rendah, PTM SMA/SMK Digelar di Semester Depan
Kepala Disdikbud Kaltim, Anwar Sanusi. (Yasmin/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemprov Kaltim masih harus mengejar capaian vaksinasi bagi siswa dan guru tingkat SMA sederajat. Itu jadi ketentuan jika memang ingin segera menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi bahwa jika capaian vaksinasi bagi guru belum mencapai 80 persen dan 75 persen bagi siswa, maka belum diperbolehkan untuk PTM.

"Sekarang itu belum sampai. Masih di sekitar 50-60 persen capaian vaksinasinya. Berlaku untuk guru dan siswa. Itu yang jadi masalah kami," ungkap Anwar, Kamis (11/11/2021) melalui sambungan telepon.

Beberapa bulan terakhir, vaksinasi memang sudah berjalan di beberapa sekolah. Bantuan vaksinasi itu juga dipercepat dari pihak lainnya seperti BIN, Polri, TNI, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim. Ditegaskan Anwar, berbagai pihak sudah berupaya untuk mempercepat vaksinasi.

"Stoknya memang sedikit. Kalau stoknya banyak ya lancar saja. Bukan berarti potensi cluster Covid-19 di SMA lebih besar. Ini murni capaian vaksinasinya belum mencapai 75-80 persen," jelas Anwar.

Pada prinsipnya, banyak sekolah yang sudah siap untuk menggelar PTM. Namun tak dapat dimungkiri bahwa persoalan vaksin cukup menjadi hambatan. Anwar juga menyebutkan bahwa vaksin jadi persyaratan agar PTM bisa terlaksana. Meski begitu, Disdikbud mempunyai rencana target capaian vaksinasi.

"Paling tidak, pertengahan Desember sudah tercapai. Karena itu kan siswa libur semesteran. Semester 2 nanti saya ancang-ancang paling tidak sudah bisa masuk sekolah lah," sambungnya.

Disinggung soal learning loss para siswa, Anwar menyebutkan bahwa siswa SMA sederajat sudah tak begitu kesulitan untuk menggunakan teknologi dan informasi. Komunikasi pun relatif lancar.

"Anak-anak sudah biasa menggunakan IT. Hambatannya mungkin di sinyal. Kalau anak menerima materi dan kemampuan menerima itu dari guru sudah bagus. Sekolah aman saja, tidak ada keluhan," tandasnya.

[YMD | TOS



Berita Lainnya