Daerah
Yayasan Mitra Hijau Bekali Jurnalis Lokal Pahami Tantangan dan Peluang Transisi Energi
Kaltimtoday.co, Samarinda - Puluhan jurnalis lokal di Samarinda mendapatkan pembekalan mengenai peliputan transisi energi berkeadilan dalam kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Mitra Hijau. Targetnya menyasar pada kapasitas jurnalis agar mampu memahami sekaligus mengangkat isu transisi energi dan green jobs secara lebih komprehensif kepada publik.
Sebagai salah satu provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia, Kalimantan Timur menghadapi tantangan tersendiri dalam proses transisi energi. Ribuan pekerja masih bergantung langsung pada sektor pertambangan, sementara aktivitas ekonomi di sekitar wilayah tambang turut menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa lokal.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hindarto, mengatakan transisi energi tidak hanya berbicara mengenai pengurangan penggunaan energi fosil atau pengembangan energi terbarukan. Lebih dari itu, proses tersebut harus memastikan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan tidak tertinggal dalam perubahan menuju ekonomi rendah karbon.
Menurutnya, berbagai daerah di Indonesia telah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat tumbuh melalui sektor lain di luar pertambangan. Karena itu, kota-kota seperti Samarinda memiliki peluang besar untuk mulai mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Sejauh pemerintah, warga, dan seluruh pemangku kepentingan setuju, ya kenapa tidak. Kalau sudah ada target, sebetulnya bisa dilakukan. Kota harus mulai berkembang ke industri, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi hijau, bukan terus bergantung pada pertambangan,” ujar Dicky di Hotel Aston Samarinda pada Rabu (24/06/2026).
Ia menilai ketergantungan terhadap sektor ekstraktif perlu mulai dikurangi secara bertahap dengan memperkuat sektor-sektor yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi jangka panjang. Dukungan kebijakan pemerintah dan keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dicky juga menyoroti potensi pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau di Samarinda yang masih sangat terbuka. Berbagai sektor usaha berbasis keberlanjutan dinilai dapat menjadi alternatif sumber ekonomi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Pengembangan UMKM berbahan ramah lingkungan, industri daur ulang, kerajinan berbasis bambu, hingga produk kreatif seperti batik mangrove dan pewarna alami, itu merupakan contoh sebenarnya. Sektor-sektor tersebut juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon," sebutnya.
Pihaknya juga menilai isu green jobs masih relatif minim mendapat perhatian dalam pemberitaan media. Selama ini, liputan transisi energi lebih banyak berfokus pada aspek teknologi, investasi, maupun kebijakan, sementara dampaknya terhadap pekerja, masyarakat lokal, perempuan, dan generasi muda belum banyak diangkat secara mendalam.
Melalui pembekalan ini, para jurnalis diharapkan mampu menerjemahkan isu transisi energi yang kerap dianggap kompleks dan teknis menjadi karya jurnalistik yang mudah dipahami publik.
"Melalui pembekalan bagi para jurnalis lokal, paling tidak lewat pemberitaan transisi energi, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai manfaat, tantangan, serta peluang ekonomi baru yang muncul dalam proses transisi energi berkeadilan di Kalimantan Timur," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Sensus Ekonomi 2026, Wabup Berau Sebut jadi Acuan Pembangunan Daerah di Bidang Usaha
- Rentetan Kasus Kekerasan Masih Mengintai, Komite Keselamatan Jurnalis Maluku Utara Resmi Dibentuk
- Komunitas Pers Desak Pemerintah Hapus Klausul Perjanjian Dagang Indonesia-AS yang Ancam Perpres Publisher Rights
- Motor Terparkir Tiga Hari di Kebun Loa Lepu, Warga Temukan Jasad Pria Tergantung
- Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PT Berau Coal Tanam Ribuan Bibit Pohon Serentak









