Kaltim
7.904 Mahasiswa PTN di Kaltim Resmi Terima Bantuan Pendidikan Gratispol Tahap 1
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mengumumkan daftar penerima bantuan pendidikan Gratispol untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahap 1. Sebanyak 7.904 mahasiswa dipastikan menerima bantuan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengimbau mahasiswa yang telah mendaftar untuk segera mengecek status penerima melalui laman resmi: http://s.id/gratispol-ptn-kaltim-2025-tahap-1.
“Saya ucapkan selamat kepada mahasiswa-mahasiswi Kaltim yang menerima bantuan Gratispol. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi motivasi untuk lebih semangat menempuh pendidikan,” ujarnya.
Akan Ada Pengumuman Tahap 2
Dasmiah menambahkan, pengumuman penerima bantuan tidak berhenti di tahap pertama. Pemerintah akan mengumumkan penerima tahap 2 dalam waktu dekat.
“Pada tahap pertama, kami menyalurkan bantuan untuk 7.904 mahasiswa. Selanjutnya, akan ada pengumuman tahap kedua,” jelasnya.
Pembagian dua tahap dilakukan karena masih banyak mahasiswa yang belum melengkapi berkas persyaratan. Pemerintah memberi waktu tambahan selama dua minggu bagi calon penerima yang belum melengkapi dokumen melalui laman resmi program.
“Untuk yang belum mendapat bantuan, segera lengkapi berkasnya di website Gratispol,” imbaunya.
Dana Langsung ke Kampus
Untuk mencegah penyalahgunaan dana, bantuan Gratispol disalurkan langsung ke rekening perguruan tinggi masing-masing.
“Penyaluran ini dilakukan agar lebih transparan dan mudah diawasi. Saat ini masih ada sekitar 4.000 mahasiswa yang berpotensi menerima bantuan pada tahap kedua,” tutup Dasmiah.
[TOS]
Related Posts
- Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Sungai Pinang Ditangkap
- Polemik Lahan Pasar Bengkuring Memanas, BPKAD Samarinda: Status Aset Berdasar Penyerahan Perumnas
- Ibu Kandung Pembuang Bayi di Sungai Pinang Samarinda Resmi Jadi Tersangka
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan
- Wacana Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD, Seno Aji Akui Biaya Pilkada Langsung Lebih Besar









