Kaltim

Kaltim Dipantau Khusus, Wamendagri Sentil Rudy Mas’ud: Pemimpin Fokus Kinerja, Bukan Fasilitas!

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 29 April 2026 08:08
Kaltim Dipantau Khusus, Wamendagri Sentil Rudy Mas’ud: Pemimpin Fokus Kinerja, Bukan Fasilitas!
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan peringatan keras kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kemendagri meminta pemerintah daerah lebih berhati-hati dan mengedepankan asas efisiensi dalam mengelola keuangan negara.

Peringatan ini muncul menyusul riuhnya isu di Kaltim terkait pengadaan mobil dinas mewah hingga renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar yang mencakup item kontroversial seperti kursi pijat dan akuarium air laut. Bima Arya menegaskan bahwa esensi kepemimpinan adalah menghasilkan karya dan kinerja, bukan memprioritaskan fasilitas pribadi.

"Kaltim ini sedang kita dampingi secara khusus karena banyak aduan, dan juga kami mencermati opini yang ada di publik. Kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD," tegas Bima Arya.

Langkah pengawasan khusus ini dilakukan karena penggunaan APBD Kaltim dinilai tidak sejalan dengan instruksi efisiensi yang ditekankan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kemendagri kini memberikan catatan serius kepada Pemprov Kaltim agar alokasi anggaran dialihkan kepada program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas’ud telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan tersebut. Rudy berkomitmen untuk mengevaluasi dan melakukan audit ulang secara terbuka terhadap paket renovasi rumah jabatan tersebut.

Ia juga menyatakan akan menanggung secara pribadi biaya item yang di luar fungsi kedinasan, seperti kursi pijat dan akuarium, demi meredam polemik publik. Meski demikian, Kemendagri menegaskan akan terus memantau proses perbaikan tata kelola di Kaltim guna memastikan semangat efisiensi benar-benar diterapkan.

"Jangan sampai kepemimpinan justru terfokus pada fasilitas. Prioritas utama harus pada alokasi yang sesuai dengan semangat efisiensi dan kepentingan rakyat banyak," tutup Bima Arya.

[TOS]



Berita Lainnya