Kutim

Angka Kemiskinan di Kutim Meningkat, Begini Tanggapan Ardiansyah

Kaltimtoday.co, Sangatta – Pemulihan ekonomi di daerah menjadi tugas kepala daerah setelah pandemi Covid-19 mulai mereda tak terkecuali di Kutai Timur (Kutim). 

Kepala daerah banyak menyuarakan kebijakan penanggulangan Covid-19 terkait dengan aktivitas perekonomian warga. 

Baca juga:  Longsor, Akses Jalan Penghubung Sangatta-Rantau Pulung Lumpuh, Bupati Gerak Cepat Tinjau Lokasi

Namun, pada 2020 saat awal mula pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Kutim mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Imbasnya, jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan sebanyak 166 orang atau sekitar 0,07 persen dengan total 369.080 orang. 

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan meningkatkan angka kemiskinan di daerahnya. 

Baca juga:  Kasus Positif Meningkat Drastis, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Kanujoso Balikpapan Nyaris Penuh

“Banyak faktor sebenarnya terkait dengan kemiskinan ini. Karena kalau kami hanya menyebut satu faktor, mungkin agak susah tapi kami perlu melihat bahwa Kutai Timur ini adalah daerah tujuan investasi,” ujarnya. 

Menurutnya, sudah barang tentu Kutai Timur mengundang banyak orang datang sebab daerah ini dikenal luas dengan perusahaan batu baranya. 

Banyak orang yang datang itu baik dengan tujuan investasi ataupun memang bertujuan untuk mengadu nasib mencari lapangan kerja. 

Baca juga:  Respons Cepat, Jalan Kongbeng-Kelay yang Longsor Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

“Nah, ini salah satu faktor yang bisa kami katakan sangat sangat dominan, sehingga di Kutai Timur ini jika kami lihat memang penduduk pendatang itu yang paling banyak mendominasi,” ucapnya. 

Pendatang yang datang mengadukan nasib tentu tidak langsung bisa memiliki rumah ataupun kendaraan sehingga bisa menambah angka kemiskinan di Kutim. 

Di sisi lain secara kependudukan, pendatang ini juga masih belum langsung tercatat sebagai penduduk Kutai Timur, tetapi mereka tetap akan mempengaruhi kondisi masyarakat di lapangan. 

Baca juga:  Pelaksanaan Karantina Kesehatan Mendesak

Kendati demikian, Ardiansyah tidak bisa mengatakan bahwa hal ini salah tetapi inilah konsekuensi logis bagi daerah yang terbuka bagi pendatang seperti Kabupaten Kutai Timur. 

“Yang tidak kalah penting pemerintah memang pada saat ini tengah melakukan program yang khusus menanggulangi kemiskinan daerah,” ucapnya. 

Ardiansyah Sulaiman selaku kepala daerah merasa berkewajiban untuk menuntaskan dan menanggulangi kemiskinan di daerahnya. 

Baca juga:  Pemkab Kutim Tetap Pertahankan Dusun Sidrap

Pemkab juga sudah menyiapkan program peningkatan kesejahteraan melalui sejumlah OPD. 

“Kalau itu terkait dengan penanggulangan kemiskinan, maka itu harus terkoneksi dengan apa yang sudah disiapkan oleh tim penanggulangan kemiskinan daerah,” ucapnya. 

Selain itu, faktor geografis juga menjadi salah satu yang mempengaruhi angka kemiskinan di Kutim.

Baca juga:  Diduga Depresi, IRT Asal Sangkulirang Gantung Diri

Luasnya wilayah Kutim membuat permasalahan infrastruktur menjadi persoalan prioritas yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah. 

“Kutai Timur memang masih luas, sangat luas, dengan keluasan ini otomatis infrastruktur yang kita siapkan juga masih belum mampu untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat sehingga ini juga masih menjadi faktor yang berikutnya,” tutupnya.

[EL | NON | ADV DISKOMINFO KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close