Samarinda

Antisipasi Learning Loss, Psikolog Sarankan Disiplin Kawal Siswa Belajar di Rumah

Kaltimtoday.co, Samarinda – Sampai saat ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) di seluruh jenjang pendidikan tetap dilaksanakan. Sebab kasus positif Covid-19 masih bergerak fluktuatif. Di Kaltim, PJJ kembali diterapkan sejak awal tahun ajaran baru kali ini. Sebagian pihak ada yang merasa khawatir karena PJJ masih berlangsung.

Kekhawatiran itu ditujukan ke para siswa karena ada potensi learning loss, yakni hilangnya pengetahuan dan keterampilan secara spesifik atau umum. Learning loss bisa berupa kemunduran dalam hal akademis yang disebabkan nirkeberlanjutan di suatu pendidikan.

Baca juga:  Resmi Terpilih, Andi Harun-Rusmadi Sudah Siapkan Program 100 Hari Kerja

Tak hanya siswa, guru dan orangtua pun juga terlibat dalam PJJ. Tak jarang ada yang merasa lelah dan bingung. Sebagai contoh, banyak yang tak mengumpulkan tugas atau tugas siswa dikerjakan oleh orangtua. Jika terjadi demikian, pihak guru agak sulit untuk memantaunya.

Psikolog klinis sekaligus Kaprodi Psikologi Unmul, Lisda Sofia menyampaikan bahwa, kebijakan tatap muka dirasa perlu. Terlebih lagi ketika mempertimbangkan adanya potensi learning loss. Dengan catatan, situasi harus kondusif dan kasus positif Covid-19 sudah berkurang.

Baca juga:  Bias Optimisme di Tengah Pandemi, Cenderung Abaikan Prokes

Menurut Lisda, selama orangtua bisa disiplin dalam mengawal siswa belajar di rumah, maka kebingungan itu bisa diminimalisasi. Salah satu faktor orangtua kebingungan menemani anak belajar karena sulit mengatur waktu.

“Intinya disiplin. Kemudian pengelolaan dirinya, manajemen waktunya dan pengelolaan emosi. Memang di situ tantangannya dan masing-masing orang itu berbeda,” pungkas Lisda.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close