HeadlineKaltimSamarinda
Trending

Bahaya Penyebaran Virus Corona Covid-19 Saat Banjir

Warga Harus Memperhatikan Protokol Kesehatan dengan Tetap Menjaga Jarak

Kaltimtoday.co, Samarinda – Banjir kembali menerjang Samarinda. Hingga, Senin (25/5/2020) sejumlah ruas jalan utama di ibu kota Kaltim ini nyaris lumpuh total, tidak bisa dilalui kendaraan.

Saat ini simpang 4 Mal Lembuswana, Jalan A Yani, dan Jalan PM Noor ditutup karena tingginya air. Berdasarkan catatan BPBD Samarinda, sudah delapan kelurahan yang terdampak banjir sejak Jumat (22/5/2020). Delapan kelurahan tersebut yakni Kelurahan Pampang, Kelurahan Lempake, Sempaja Timur, Tanah Merah, Sungai Siring, Sempaja Utara, Sempaja Selatan, dan Sempaja Barat. Ketinggian air bervariasi mulai 50 sentimeter hingga 1 meter.

Baca juga:  Banjir Samarinda Hari Ini: 8 Kelurahan Terendam

Petugas BPBD Samarinda dan relawan terkait juga sudah mulai diturunkan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir seperti di Perumahan Bengkuring, dan di Perumahan Griya Mukti. Di dua kawasan ini, ketinggian air bisa mencapai pundak orang dewasa.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pusat Bumbu Samarinda (@pasarbumbu.smr) pada

Di tengah situasi ini, muncul kekhawatiran virus corona Covid-19 bakal lebih cepat menular. Hal itu muncul karena Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala yang ditimbulkan jika terinfeksi virus ini adalah demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan, flu, dan sesak napas. Penyebaran virus ini sangat cepat sekali. Penularan virus corona ini lewat droplet (percikan ludah lewat batuk atau bersin) dari penderita ke orang yang sehat, sehingga penularannya lebih cepat.

Pada saat musim banjir seperti ini, penularan virus corona bisa saja terjadi jika para korban banjir berkumpul bersama-sama dan tidak melakukan social distancing. Jadi, jika ada satu orang yang menderita Covid-19 dalam kerumunan itu, maka kemungkinan yang lainnya bisa terkena.

Untuk itu, sebaiknya saat kondisi banjir tetap hindari kerumunan. Lakukan social distancing yang baik. Selain itu, lakukan juga pola hidup sehat dan bersih seperti rajin mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, menjaga kebersihan lingkungan rumah, dan tidak lupa untuk mengkonsumsi vitamin.

Jika kondisi memaksakan Anda harus keluar rumah saat banjir, sebaiknya gunakan masker penutup hidung dan mulut dan tetap lakukan jaga jarak dengan orang-orang di sekitar Anda.

Baca juga:  Kenapa Berkumpul di Masjid Dilarang, tapi di Mal dan Bandara Boleh?

Lalu, apakah penularan Covid-19 bisa menyebar melalui air banjir? Plt Kepala Diskes Kaltim Andi M Ishak menerangkan, secara prinsip virus hanya bisa hidup dalam jaringan hidup, misalnya droplet air liur atau dahak. Jika masuk dalam saluran air apalagi sungai, maka konsentrasi droplet akan larut sehingga virusnya juga tidak akan bisa bertahan hidup di air.

“Meski banjir terjadi di sekitar kawasan rumah sakit rujukan, seperti di RSUD AW Syahrani Samarinda kami pastikan aman karena limbah B3 sudah ditangani sesuai protap dan dimusnahkan dalam tungku incenerator,” jelasnya.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close