PPU

Banyak Digunakan Masyarakat, DLH PPU Uji Kualitas Air di Sungai Babulu dan Lawe-Lawe

Kaltimtoday.co, Penajam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pengambilan sampel uji air di Sungai Babulu dan Sungai Lawe-lawe beberapa waktu lalu.

Kepala DLH PPU Tita Deritayati, didampingi Kasi Pencemaran dan Pemantauan Lingkungan Okdilia Subiyono menyampaikan, pengambilan sampel uji air itu bertujuan untuk mengetahui kualitas atau kondisi air sungai di PPU.

Baca juga:  Fasilitasi Pedagang, Lapak Tambahan di Pasar Babulu Dalam Proses Pengerjaan

“Kami mengambil sampel uji air untuk mengetahui kualitas air sungai di PPU, selanjutnya datanya dipakai untuk mengetahui Indeks Kualitas Air (IKA) yang merupakan bagian dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH),” jelasnya kepada kaltimtoday.co.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU), Tita Deritayati. (Alif/kaltimtoday.co)

IKLH merupakan gambaran atau indikasi awal mengenai suatu kondisi lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu. Pemantauan kualitas air perlu dilakukan, sebab air sangat dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Baca juga:  PPU Siapkan SDM Berkualitas untuk Sambut IKN

Untuk mengetahui kualitas air sungai di PPU, perlu dilakukan pengujian laboratorium terhadap beberapa parameter uji kualitas air, mulai dari parameter fisika, kimia, biologi, hingga mikrobiologi.

“Kami ambil ada yang dikirim ke laboratorium, ada pengujian di tempat untuk parameter fisikanya. kalau parameter kimia, biologi dan mikrobiologi masih di laboratorium, pengujian lab kurang lebih 14 hari,” lanjutnya.

Baca juga:  Bupati PPU AGM Salurkan Bantuan CSR Berupa Paket Nutrisi Balita

Tahun ini pengambilan sampel uji air di sungai Babulu dan Sungai Lawe-lawe, masing-masing sungai itu ada enam titik dari bagian hulu hingga hilirnya. Pengambilan sampel uji air dijadwalkan dua kali dalam satu tahun. Dua sungai itu dipilih karena banyak digunakan oleh masyarakat.

Kualitas air sungai di bagian hulu, tengah, dan hilir bisa memiliki kondisi yang berbeda. Hal itu dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat di sekitarnya. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas air di antaranya limbah deterjen, buangan dari kamar mandi, hingga bahan kimia dari aktivitas perkebunan.

[ALF | TOS | ADV DISKOMINFO PPU]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close