Daerah
Belajar Beralaskan Tanah dan Kursi Lapuk, Murid SDN 001 Binrang Berau Butuh Gedung Sekolah
Kaltimtoday.co, Berau - Sebanyak 50 murid SD Negeri 001 Binrang di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, harus menelan pil pahit. Sudah hampir dua tahun belakangan ini, para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar tanpa memiliki bangunan gedung sekolah yang permanen.
Murid dari kelas I hingga VI tersebut kini terpaksa menimba ilmu di bawah tenda darurat beratap terpal dengan tiang penyangga bambu. Tenda sederhana ini didirikan secara swadaya oleh warga lokal di lahan kosong di kawasan Jalan Poros Berau-Bulungan Kilometer 43.
Di tengah gumpalan debu dan keterbatasan sarana, semangat para murid untuk menyerap materi pelajaran bersama guru tidak menyurut. Mereka menjalani proses belajar dengan kondisi lantai beralaskan tanah tebal serta rumput liar.
Kondisi meja dan kursi yang digunakan pun sangat memprihatinkan. Sebagian besar perabot kayu yang ada tampak lapuk, berlubang, dan sudah tidak layak pakai untuk menunjang aktivitas belajar yang kondusif.
Sebelum tenda terpal tersebut berdiri, para murid sempat menumpang belajar di rumah salah seorang warga sekitar. Namun, tempat menumpang tersebut terpaksa ditinggalkan karena sang pemilik hendak mempergunakan kembali bangunan rumahnya.
Salah seorang wali murid, Aras, mengungkapkan bahwa warga akhirnya bergotong royong mendirikan tenda darurat agar anak-anak mereka tidak putus sekolah.
“Sudah hampir dua tahun. Sebelumnya kami hanya sekolah di rumah warga. Karena rumah itu akan digunakan kembali, warga membuat tempat ini. Tidak ada gedung sekolah permanen,” tutur Aras saat ditemui di lokasi sekolah, Jumat (24/7/2026).
Aras menambahkan bahwa para orang tua murid telah berulang kali menyuarakan aspirasi dan kondisi memprihatinkan tersebut dalam berbagai kesempatan rapat resmi. Namun, janji pembangunan gedung fisik yang layak hingga kini belum juga terealisasi.
“Kami tidak tahu harus mengadu ke mana. Setiap ada pertemuan, sekolah ini terus diajukan, tetapi sampai sekarang belum ada. Kami berharap ada bantuan agar anak-anak bisa belajar di tempat yang layak,” ungkap Aras menyampaikan harapan besarnya.
Kepala SD Negeri 001 Binrang, Maimunah, membeberkan bahwa unit sekolah yang dipimpinnya hanya ditopang oleh tiga orang guru. Situasi ini memaksa setiap tenaga pendidik harus merangkap dan bertanggung jawab mengajar dua jenjang kelas sekaligus.
“Jumlah guru tiga orang. Satu guru menangani dua kelas,” jelas Maimunah.
Guna mengatasi persoalan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Berau dalam pertemuan terakhir memutuskan untuk memindahkan sementara seluruh 50 murid tersebut ke sekolah induk sambil menunggu proses pembangunan gedung baru.
Kendati demikian, jarak menuju sekolah induk tersebut terbilang sangat jauh, yakni mencapai kisaran 70 kilometer dari pemukiman murid. Pemerintah daerah berjanji menyediakan bus antar-jemput gratis sebagai armada transportasi harian para siswa.
“Untuk sementara, karena masih dalam proses pembangunan, anak-anak diminta bersekolah di sekolah induk. Kepala dinas akan menyiapkan bus sebagai transportasi. Seluruh biaya ditanggung dinas dan gratis,” kata Maimunah.
Opsi penyediaan bus gratis tersebut menjadi solusi jangka pendek agar para murid dapat menikmati fasilitas ruang kelas yang memadai. Namun, para orang tua tetap mendesak Pemkab Berau untuk mempercepat pembangunan gedung permanen SDN 001 Binrang di lokasi asal yang dekat dengan tempat tinggal warga.
[RWT]
Related Posts
- Disbudpar Berau Bakal Revisi Kalender Pariwisata Demi Tarik Minat Wisatawan Domestik hingga Mancanegara
- Disbun Minta Petani Kakao di Berau Tak Alih Fungsikan Lahannya ke Komoditas Lain
- Pekerja Perusahaan Sawit di Berau Ditemukan Meninggal Saat Pergi Memancing di Laut
- Bupati Berau Sri Juniarsih Janji Bakal Renovasi Gedung SDN 001 Tepian Buah
- Pemkab Berau Kembali Buka Beasiswa Khusus Siswa SD Kurang Mampu, Dialokasikan Anggaran Sebesar Rp 195 Miliar









