Kukar

Berawal dari Tanam Sendiri, Kini Kebun Jambu Sofyan Jadi Destinasi Wisata di Kukar

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Lahan seluas kurang lebih satu hektar di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini disulap menjadi destinasi wisata Pondok Jambu.

Sofyan, pemilik pondok Jambu merupakan pensiunan PNS tahun 2015, sudah aktif menanam jambu sejak 2016 lalu. Dia menanam jambu 3/4 di lahan miliknya sebanyak 500 pohon dan 100 pohon mangga. Sedangkan seperempatnya akan dibangun kolam renang.

Baca juga:  Pemkab Kukar Siapkan Perda untuk Kawasan Cadangan Pangan Strategis Nasional

“Ada berbagai jenis jambu seperti jambu air, krispa, jambu biji sama mangga,” kata Sofyan kepada Kaltimtoday.co, Senin (21/12/2020).

Dia menambahkan, ada bermacam-macam jambu air yakni jambu thailand super green, citra, pinkrose dan madu deli hijau, sedangkan untuk jambu biji ada jambu kristal. Kemudian, lanjut dia, jika mangga ada mangga kiojay, mangga manalagi dan gadung.

Awalnya, menanam jambu ratusan pohon untuk dipasarkan ke mall, namun permasalahanya mereka menginginkan jambu harus kualitas super dan bagus-bagus sedangkan jambu di daerahnya tidak memungkinkan.

Kebun jambu milik Sofyan.

“Kami mencoba dengan cara orang datang kemari, jadi kami buat di sini sebagai tempat wisata pondok jambu,” ujarnya.

Setelah setahun ditanam, ratusan pohon mulai berbuah lebat sehingga wisatawan berbondong-bodong datang sejak 2017 hingga sekarang. Apalagi jambu ini panen terus menerus sehingga wisatawan setiap hari berkunjung ke tempat tersebut.

“Jumlah pengunjungnya relatif, cuma setiap hari tetap ada, apalagi musim panen pengunjung tidak pernah putus,” ungkap Sofyan.

Namun, ia menuturkan, saat ini jambu belum bisa panen karena baru dipanen dan Sofyan memastikan bulan depan berbagai jenis jambu bisa dipanen kembali.

Baca juga:  KPU Kukar Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara

Diketahui, biaya tiket masuk ke pondok jambu  untuk anak-anak dibandrol sebesar Rp 5.000 dan dewasa Rp 10.000 tetapi mereka tidak bisa memetik. Jika wisatawan ingin memetik dan makan gratis jambu sepuasnya di tempat cukup membayar tiket 40 ribu.

“Jika ingin membeli atau membawa pulang, 1 kg jambu dibandrol seharga 30 ribu,” tutupnya.

[SUP | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close