Samarinda

Bimtek Water Rescue BPBD Kaltim Hari Pertama Resmi Dibuka

Kaltim Today
23 Oktober 2019 21:13
Bimtek Water Rescue BPBD Kaltim Hari Pertama Resmi Dibuka
Suasana kegiatan Pembekalan Teknis PB Bagi Masyarakat/Relawan 2019 di Kantor BPBD Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur menggelar pelatihan di bidang water rescue, yang bertujuan meningkatkan kemampuan relawan ketika terjadi kecelakaan di perairan Sungai Mahakam maupun saat musibah banjir melanda Samarinda.

Sedikitnya 30 relawan se-Samarinda mengikuti kegiatan yang terhelat selama dua hari itu, yakni Rabu - KamisĀ  (23-24/10/2019).

Di hari pertama, acara bertajuk Pembekalan Teknis PB Bagi Masyarakat/Relawan 2019 diisi dengan pembekalan materi dan teori, bertempat di Gedung BPBB Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda. Dibuka secara langsung oleh Sekretaris BPBD Kaltim Supardi selaku perwakilan Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Frederik Bid. Sementara pemateri adalah Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Ahmad Sabaraji dan Kanit Siaga SAR Samarinda dari Basarnas Kaltim-Kaltara Dede Hariana.

Dalam sambutannya, Supardi mengingatkan para peserta untuk serius dan tekun mengikuti materi yang disampaikan.

"Semua rekan-rekan diharapkan memahami apa yang kami sampaikan dalam menanggulangi bencana. Pahami peralatannya dan teori. Jadi saat aksi tidak ragu lagi," pesan Supardi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Ahmad Sabaraji dalam pemaparannya menjelaskan, materi seputar konsep bencana. Dia mengatakan, setiap relawan harus mengetahui karakterisitik bencana, lantaran bencana di setiap daerah berbeda-beda.

(dari kiri ke kanan) Kanit Siaga SAR Samarinda dari Basarnas Kaltim-Kaltara Dede Hariana dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Ahmad Sabaraji.
(dari kiri ke kanan) Kanit Siaga SAR Samarinda dari Basarnas Kaltim-Kaltara Dede Hariana dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Ahmad Sabaraji.

"Di Samarinda itu bencananya beragam. Ada banjir, longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," terangnya.

Dia melanjutkan, setelah mengetahui karakteristik bencana, para peserta harus mempersiapkan fisik dalam menghadapi bencana.

"Harus tahu jenis alat-alat pelindung diri dan sigap menggunakan keterampilan dalam menghadapi bencana," cetusnya.

Sementara Kanit Siaga SAR Samarinda dari Basarnas Kaltim-Kaltara Dede Hariana membekali para relawan dengan pendalaman teori tentang water rescue. Di antaranya teknik pertolongan saat musibah banjir sampai menangani jika ada korban tenggelam, yang biasanya terjadi di Sungai Mahakam.

"Jadi mereka pada saat turun operasi ditekankan memiliki skill menolong korban banjir," tandasnya.

Pada hari kedua bimbingan teknis water rescue terhadap para relawan nanti, kegiatan berpusat di Polder Air Hitam, Jalan AW Syahranie Samarinda. Di mana para peserta akan melakukan praktik dari teori yang didapat.

[MA | RWT | ADV]



Berita Lainnya