Kukar

Bukan Cuma di Musim Hujan, Kabid P2PL Paparkan Alasan Nyamuk DBD Merajalela

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Belakangan ini, cuaca di sebagian wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) sering diguyur hujan, sehingga memungkinkan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah secara masif. Namun, hujan bukanlah adanya nyamuk demam berdarah bukan karena faktor hujan tetapi adanya tempat-tempat yang tergenang air.

“Mau hujan dan airnya seperti apapun itu, jika tidak ada tempat-tempat untuk nyamuk berkembang biak maka tidak akan terjadi demam berdarah,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL), Diskes Kukar, Imam Pranawa Utama kepada Kaltimtoday.co, Senin (07/12/2020).

Baca juga:  Muara Kaman Miliki Potensi sebagai Wisata Budaya Situs Peninggalan Kerajaan Kutai

Dia menambahkan, yang perlu masyarakat lakukan untuk mengantisipasi demam berdarah yakni dengan memberantas sarang nyamuk. Seperti tempat-tempat yang menimbulkan genangan air, baik itu di tempat minuman mineral, plastik dan semacamnya. Sebab tempat tersebut merupakan wadah favorit untuk perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

“Jika wadah-wadah tersebut digenangi air bersih maka di situlah perkembangbiakan nyamuk,” ujar Imam.

Sebetulnya, lanjut dia, imbauan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sudah sejak lama dilakukan tetapi banyak masyarakat tidak mau melaksanakan imbauan yang telah diberikan. Jika dilaksanakan, secara otomatis penyakit demam berdarah akan berkurang.

Selain itu, Imam mengingatkan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu yang gemar tanaman hias. Jika tempat tanaman tersebut ada airnya, agar segera dibuang karena tempat-tempat tersebut merupakan sumber perkembangbiakan nyamuk.

Kemudian, masyarakat diimbau membersihkan kamar mandi maksimal 7 hari sekali.

“Karena nyamuk bukan bertelur langsung di air tetapi di pinggir-pinggir bak mandi,” ujar Imam.

Baca juga:  KIM Separi Kerja Sama dengan Pokdarwis untuk Promosikan Destinasi Gua Batu Gelap

Dia menambahkan, tempat penampungan air harap ditutup agar nyamuk tidak bisa masuk kedalam.

Sebagai informasi, jika masyarakat demam tinggi selama 2 atau 3 hari harap segera dibawa ke dokter untuk ditangani. Sebab jika pasien demam berdarah terlambat ditangani maka pasien tersebut bisa mengalami pecah pembuluh darah dan mengakibatkan mimisan dan pendarahan lainnya.

[SUP | RWT | ADV DISKOMINFO]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close