Kubar

Bupati F.X. Yapan Membuka Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

Kaltimtoday.co, Sendawar – Pembukaan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang dipimpin oleh Bupati Kutai Barat F.X. Yapan diselenggarakan di gedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Senin, (09/09/2019).

Telah hadir ketua dan anggota DPRD Kutai Barat, sekretaris daerah, para asisten, kepala dinas, badan dan bagian direktur Rumah Sakit (HIS), PPNI, kepala puskesmas, kepala klinik se Kutai Barat, perwakilan dari Smart Emergency Servis Indonesia (SESI) selaku narasumber, panitia pelaksana pelatihan (BTCLS) serta seluruh tenaga medis yang mengikuti pelatihan. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 4 hari yaitu sejak 9-12 September.

“Dengan terserelenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat mendukung terwujudnya peningkatan kualitas (SDM) para perawat dan seluruh tenaga medis lainnya, yang kemudian berdampak akhir pada pelayanan kesehatan yang lebih optimal,” ujar Bupati Kubar F.X. Yapan.

Kegiatan BTCLS ini bukan pertama kalinya diselenggarakan oleh PPNI, bahkan kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan.

Baca juga:  Rikam Yacob Dilantik Nahkodai GOPTKI Kutai Barat

“Hal ini patut diapresiasi, karena dengan demikian organisasi yang mewadahi perawat di setiap line ini menjadi organisasi profesi yang aktif, analitis dalam menjawab kebutuhan dan tantangan peningkatan profesionalitas diri dalam profesi perawat,” katanya.

Bupati F.X. Yapan mengatakan, pengetahuan dan skill yang berhubungan dengan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah salah satu prasyarat yang harus di miliki oleh seorang perawat, baik yang bekerja di pelayanan kesehatan dalam maupun luar negeri.

Dengan di berlakukannya masyarakat ekonomi Asian (MEA) tahun 2015, BTCLS menjadi syarat mutlak bagi setiap pekerja kesehatan khususnya perawat di berbagai rumah sakit, puskesmas dan perusahaan.

Menyertakan sertifikat BTCLS sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan serta skill dalam bidang tersebut, sangat menentukan penerimaan tenaga kerja. Tuntutan persyaratan dunia kerja kesehatan sebenarnya bukan hal baru.

Baca juga:  Banyak Aturan dan Prosedur, Pengamat Minta Presiden Hati-Hati Jual Lahan Negara

Pengalaman empiris mendukung pelaksanaan BTCLS di rumah sakit, puskesmas dan perusahaan, sebagai gambaran, khususnya kecelakaan lalu lintas dan bencana alam, yang saat ini meningkat dari peristiwa gawat darurat tersebut.

“Tidak semua korban meninggal di tempat, tetapi justru yang terbanyak meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit atau puskesmas. Hal ini terjadi karena keterampilan BTCLS ini belum disiapkan secara baik, untuk meminimalkan terjadinya kematian akibat kecelakaan atau bencana alam,upaya pencegahan pasien Lebih efektif di lakukan melalui kegiatan khusus atau pelatihan/program BTCLS yang membantu keterampilan dan pengetahuan tenaga perawat kesehatan dalam menyikapi peristiwa gawat darurat,” tambahnya.

“Dengan pertimbangan pentingnya keterampilan BTCLS ini, maka dengan pelatihan BTCLS yang dilaksanakan oleh DPD PPNI, Kutai Barat, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tenaga kesehatan (khususnya perawat), guna mengaplikasikan teori/konsep/materi yang diperoleh dari rangkaian kegiatan pelatihan dalam lingkup dunia kerja masing-masing instansi pelayanan kesehatan,” ujar Bupati Kutai Barat, F.X. Yapan.

Bupati juga menghimbau, kepada seluruh peserta pelatihan untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh, karena keterampilan ini nantinya tak semata hanya sebagai syarat keahlian tenaga medis , tetapi juga salah satu upaya untuk menyelamatkan pasien pada keadaan yang gawat darurat. Hasil akhir dari kegiatan ini juga penting, karena dengan demikian akan menjaga angka harapan hidup bagi masyarakat Kutai Barat yang sakit secara urgen.

Baca juga:  Jual Lahan Ibu Kota Baru, Pengamat: Pemerintah Seperti Broker

“Sekali lagi, profesi saudara sekalian dipercayakan untuk mengemban amanah yang mulia, oleh karenanya diharapkan dapat menyekami profesi ini, menekuninya dengan termotivasi untuk menyelamatkan sesama manusia,” imbau Bupati.

“Saya ucapkan terima kasih kepada (DPD PPNI) Kutai Barat yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, serta kepada Smart Emergency Servis Indonesia (SESI) selaku pembicara pada pelatihan ini. Terimakasih juga kepada seluruh peserta pelatihan, baik itu dari perawat, Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Perawat Umum. Sebelum anggaran akreditasi-Atensi di Koppeda. Akhirnya dengan memohon Rahmat penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, maka pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support Kutai Barat 2019 ini dinyatakan resmi dibuka,” kata Bupati Y.X. Yapan.

[IMI | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close