Daerah
Bupati Kubar Frederick Edwin Angkat Bicara Soal Isu Endapan Dana Rp3,2 Triliun di Bank
Kaltimtoday.co, Samarinda - Bupati Kutai Barat Frederick Edwin akhirnya angkat bicara mengenai isu endapan anggaran daerah di bank, yang sempat disoroti oleh Menteri Keuangan RI, Purbaya.
Diketahui, Pemkab Kubar dalam daftar 10 besar daerah dengan simpanan dana terbesar di bank.
Menanggapi itu, Bupati Frederick Edwin membenarkan angka yang disebutkan Purbaya, namun menegaskan bahwa sebagian besar dana masih menunggu proses penyerapannya.
"Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,2 triliun berada di kas daerah dan saat ini menunggu proses penyerapannya. Dana ini bukan dalam bentuk deposito," pungkasnya.
Lebih lanjut, dana sebesar Rp2,2 triliun itu ialah anggaran aktif yang tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bankaltimtara.
Kemudian, Frederick menimpali bahwa Rp 1 triliun lainnya adalah Dana Treasury Deposit Facility (TDF) di Bank Indonesia (BI) yang hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu sesuai kebijakan Kementerian Keuangan.
"Kami sangat mengapresiasi kebijakan ini karena dana tersebut tetap terkumpul dengan baik dan nantinya akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Barat," bebernya.
Untuk rencana pembangunan ke depan, salah satu prioritasnya adalah penyelesaian pembangunan jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ).
Ia mengungkapkan, proses lelang redesain Jembatan ATJ sudah selesai dilakukan dan dimenangkan oleh PT Wira Widyatama dengan penawaran senilai Rp2,8 miliar.
"Kami akan terus berupaya untuk membangun infrastruktur untuk masyarakat Kutai Barat. Mohon doanya," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- BMKG Rilis Peringatan Kekeringan Awas Dasarian I Agustus 2026, Kaltim Masuk Kategori Waspada
- Operasional Sekretariat Dewan Terpangkas 80 Persen, Fungsi Legislatif Terancam Tak Berjalan Maksimal
- Modernisasi Budidaya Kepiting Soka Kotabaru, PLN UIP KLT Sabet Penghargaan Platinum Anugerah CEPI CSR 2026
- Banmus DPRD Kaltim Belum Jadwalkan Kembali Paripurna Hak Angket
- Diduga Keracunan MBG, 46 Siswa dan Guru SD di Sebulu Dilarikan ke Puskesmas









