Nasional

Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak

Network — Kaltim Today 11 September 2026 14:56
Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak
Ilustrasi. (AI/Gemini)

Kaltimtoday.co - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat akumulasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) telah mencapai 113.336 kasus hingga Rabu (9/9/2026).  

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyampaikan bahwa lonjakan kasus tersebut tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Dari total temuan klinis tersebut, sebanyak 26.545 kasus menimpa kelompok rentan anak usia balita (0–5 tahun), sementara 86.791 kasus lainnya menyerang kelompok usia di atas 5 tahun.

Peningkatan drastis kasus pernapasan ini berbanding lurus dengan anjloknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Status kualitas udara berada pada level:

  • Kategori Berbahaya (Hitam): Terdeteksi di sejumlah titik wilayah Kalimantan Tengah, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Kabupaten Murung Raya.
  • Kategori Sangat Tidak Sehat (Merah): Tercatat di wilayah Baning Kota (Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat) dan Kabupaten Tebo (Jambi).

Merespons masa tanggap darurat bencana ini, Kemenkes menyiagakan fasilitas layanan kesehatan darurat yang mencakup 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan. Penguatan faskes diperkuat dengan pengerahan 18.457 dokter umum, 189 dokter spesialis paru, 238 dokter spesialis THT, 280 dokter spesialis mata, serta ratusan dokter spesialis lainnya.

Mobilisasi tenaga kesehatan juga melibatkan tim paramedis, perawat, apoteker, bidan, tenaga sanitasi lingkungan, epidemiolog, hingga pengemudi ambulans. Selain itu, sebanyak 87 laboratorium kesehatan masyarakat dan layanan darurat Public Safety Center (PSC) 119 disiagakan 24 jam untuk memantau mutu udara serta mempercepat evakuasi medis warga.

Kemenkes juga telah menyalurkan paket logistik intervensi kesehatan ke tujuh provinsi terdampak, berupa 980.315 lembar masker, 277 unit oxygen concentrator, 41.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung oksigen, serta 4.908 unit alat pelindung diri (APD).

[RWT]  



Berita Lainnya