Daerah
Cuaca Panas Tak Halangi Ratusan Layangan Terbang di Langit Bukit Biru
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Ratusan layang-layang beragam bentuk memenuhi langit persawahan RT 20, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (19/9/2026) sore.
Di tengah teriknya cuaca, para pemain dari sejumlah daerah berkumpul menerbangkan layangan dalam Kopi Darat (Kopdar) Layang-Layang.
Bukan hanya komunitas dari sekitar Tenggarong yang ikut ambil bagian. Pemain layang-layang dari Samarinda hingga Bontang turut datang ke Bukit Biru untuk bertemu dan menerbangkan kreasi layangan masing-masing.
Ketua Panitia, Jainudin, memperkirakan terdapat sekitar 300 hingga 400 layang-layang yang diterbangkan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu belum bisa dihitung secara pasti karena sebagian peserta datang spontan, sementara lainnya telah merencanakan kehadiran sejak awal.
“Jadi, mungkin kalau untuk pesertanya di sini kurang lebih antara 300 sampai 400 layang-layang,” kata Jainudin.
Kopdar tersebut bukan sekadar kegiatan menerbangkan layang-layang. Pertemuan itu menjadi ruang untuk menjaga solidaritas dan persaudaraan antarpecinta layang-layang.
Tradisi bermain layang-layang yang telah dikenal luas menjadi salah satu alasan kegiatan digelar. Momentum kemarau juga dianggap tepat karena banyak komunitas di berbagai tempat menggelar aktivitas serupa.
“Karena ya itu, solidaritas persaudaraan lintas pemain layang-layang ini sendiri. Karena ini sifatnya tradisi tapi yang sudah mendunia,” ungkapnya.
Pelaksanaan di Bukit Biru juga mendapat dukungan dari sejumlah wilayah sekitar. Komunitas dari Desa Rempanga, Sumber Sari dan Ponoragan ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Tidak ada batasan mengenai bentuk maupun jenis layang-layang yang diterbangkan. Setiap peserta bebas membawa kreasi masing-masing.
“Di sini bervariatif, jadi kita tidak harus menentukan jenis atau model seperti apa. Yang jelas namanya komunitas ini tergantung dari kreasi mereka. Mereka mau bikin layang-layang model seperti apa, monggo. Karena sifatnya kita ini persaudaraan,” terangnya..
Kopdar berlangsung sejak pagi hingga malam. Jika cuaca tetap mendukung, para pemain berencana melanjutkan aktivitas hingga Minggu pagi.
Antusiasme yang muncul membuat panitia membuka kemungkinan kegiatan serupa kembali digelar tahun depan. Jainudin bahkan berharap event berikutnya dapat melibatkan komunitas dari seluruh Kalimantan Timur.
“Insyaallah mungkin akan kami adakan lagi. Kalau memang diizinkan oleh Yang Maha Kuasa, mungkin event ini akan terselenggara mungkin untuk satu Kaltim,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antarpemain sekaligus membuka ruang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan Kopdar Layang-Layang ini untuk warga, teman-teman semua dari semua kalangan, mungkin bisa lebih mempererat tali persaudaraan, persahabatan,” imbuhnya.
Semangat itu dirangkum dalam tema kegiatan “Satu Langit, Satu Hobi, Satu Persaudaraan.”
Sementara itu, Lurah Bukit Biru, Sudiyarso mengatakan, kopdar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi antarpemain layang-layang. Menurutnya, peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah.
“Ini sebenarnya tujuannya adalah mempertahankan silaturahmi pemain layang-layang,” kata Sudiyarso.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Sudiyarso menyebut Kopdar Layang-Layang ini sekaligus menjadi kegiatan perdana yang digelar di Tenggarong, khususnya Kelurahan Bukit Biru.
“Kegiatan ini pertama kalinya dilaksanakan di Tenggarong, di Kelurahan Bukit Biru,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Jejak Teror Bersenjata Sepanjang 2026: Sasar Warga Sipil, Nakes, hingga ASN di Papua
- Acer Swift Air 14 AI Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan 4 Pilihan Warna dan Baterai 19 Jam
- Gamalis Dorong Kopdes di Kampung Berinovasi, Tabalar Muara Jadi Contoh
- Cair Maksimal Rp900.000 per Triwulan, Simak Panduan Lengkap dan Cara Cek BLT Dana Desa 2026
- Uang Rp189,5 Juta Muncul Saat Penggeledahan ESDM Kaltim, Kejati Serahkan ke Inspektorat









