Daerah
Selama Tiang Ayu Berdiri, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Jalani Tradisi Tak Menginjak Tanah
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Selama Festival Budaya Erau Adat Kutai berlangsung, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjalani satu tradisi yang masih dipertahankan hingga kini.
Sejak Tiang Ayu didirikan hingga dirobohkan sebagai tanda berakhirnya rangkaian adat Erau, Sultan tidak menginjakkan kaki secara langsung ke tanah.
Tradisi tersebut berlaku selama Tiang Ayu masih berdiri di Keraton Museum Mulawarman. Untuk tetap beraktivitas, Sultan menggunakan alas, salah satunya kain kuning ketika berada di lingkungan istana.
“Kalau kita tidak menginjakkan kaki ke tanah, itu mulai dari mendirikan Tiang Ayu di Keraton Museum sampai berakhirnya Tiang Ayu dirobohkan. Baru kita bisa menginjak tanah,” kata Sultan.
Selama periode tersebut, aktivitas Sultan tetap berlangsung dengan menggunakan alas agar kaki tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Kain kuning menjadi salah satu alas yang digunakan di lingkungan istana.
Tradisi tersebut merupakan bagian dari adat yang diwariskan sejak masa lampau dan masih dijalankan hingga generasi sekarang.
“Memang sudah namanya adat, kita tidak bisa mengubah. Sudah dari zaman bahari, nenek moyang kita, sampai sekarang masih terpakai di anak cucu kita,” pungkasnya.
Tradisi tidak menginjak tanah ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian adat Erau yang terus dijaga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
[RWT]
Related Posts
- Jejak Teror Bersenjata Sepanjang 2026: Sasar Warga Sipil, Nakes, hingga ASN di Papua
- Acer Swift Air 14 AI Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan 4 Pilihan Warna dan Baterai 19 Jam
- Gamalis Dorong Kopdes di Kampung Berinovasi, Tabalar Muara Jadi Contoh
- Cair Maksimal Rp900.000 per Triwulan, Simak Panduan Lengkap dan Cara Cek BLT Dana Desa 2026
- Uang Rp189,5 Juta Muncul Saat Penggeledahan ESDM Kaltim, Kejati Serahkan ke Inspektorat









